Kamis, 20 Desember 2012

REGGAE:the beatlle,hingga akon

mendunia..........it lah kata musisi negri ini
Beberapa judul lagu disini saya lengkapi dengan link download langsung dari akun hosting pribadi semoga bermanfaat.
***
Beberapa saat sebelum memulai tulisan ini saya mencoba menelusuri kembali ingatan ketika pertama mengenal Reggae. Penelusuran itu berujung pada tulisan No woman No Cry di tembok, di meja atau bangku kelas Sekolah Dasar. Tapi itu hanyalah tulisan, meski itu adalah judul salah satu tokoh utama Reggae Bob Marley, tulisan tetaplah tidak berhubungan dengan musik apalagi Reggae. Kemudian saya mencoba mengingat kembali dan akhirnya sampai pada video klip lagu Amry Palu dan kelompok bandnya yang sering tayang di TV saat itu. Mungkin itulah perkenalan pertama saya dengan musik ini belasan tahun lalu. Saat itu masih sulit menemukan musisi Reggae di Indonesia.
Kini Reggae bukan barang baru bagi lagi. Komunitasnya bahkan tumbuh subur dihampir semua wilayah di negeri ini. Anda pasti masih ingat dengan sosok almarhum Mbah Surip yang sempat melejit menjadi artis terkenal karena komposisi Reggae-nya Tak Gendong Kemana-mana.
Musisi Indonesia yang tergabung dalam aliran Reggae diantaranya Tony Q, Steven & Coconut Treez, Gangstarasta, Shaggy Dog, Joe de Wine, Cozy Republik, Ras Muhamad, Imanez, Jawaika, Merapu, dan masih banyak lagi musisi lokal yang bermunculan di daerah. Tony Q bahkan telah membawa Reggae Indonesia ke dunia internasional.
Meski berasal dari Jamaika, Reggae mampu tampil sebagai salah satu genre yang memiliki tempat terhormat di dunia musik dari kemunculan awalnya hingga hari ini. Anda mungkin akan heran jika saya menyebut judul film Hollywood seperti Bad Boy atau I am the Legend yang diperankan Will Smith, atau The Beach yang diperankan Leonardo Dicaprio. Ya itulah beberapa contoh pengaruh Reggae hingga hari ini. Lagu Bob Marley menjadi soundtrack film Bad Boy, begitu juga lagu Redemption Songs dalam film The Beach, Will Smith bahkan menyanyikan lagu Three Little Bird-nya Bob Marley saat memandikan anjingnya dalam adegan I am Legend. Sementara pada lagu Don’t Matter, saya menduga penyanyi R&B, Akon mengutip potongan bait lagu Zimbabwe masih dari Bob Marley.
Di tahun 1974, musisi legendaries Eric Clapton tak ketinggalan mempopulerkan I Shot The Sheriff juga kepunyaan Bob Marley. Bagaimana dengan The Beatles, salah satu lagunya yang terpengaruh Reggae adalah Ob-La-Di, Ob-La-Da.
Lantas apakah sebenarnya Reggae, bagaimana aliran musik ini bisa berpengaruh dari The Beatles hingga ke Hollywood.
Asal
Banyak cerita tentang bagaimana Reggae lahir, tapi saya lebih sepakat dengan salah satu tulisan di kompasiana (lupa judulnya) yang menyebut bahwa “Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocksteady”.
Ya, Reggae lahir dari pengembangan musik Ska dan Rocksteady yang juga berasal dari Jamaika. Beberapa tulisan menyatakan irama Ska yang cepat tidak cocok dengan situasi sosial politik masyarakat Jamaika yang mulai memburuk sejak euphoria kemerdekaan tahun 1962. Muncullah Rocksteady dengan tempo yang lebih lambat kemudian sekitar tahun 1968 muncul Reggae dengan tempo tidak jauh berbeda namun umumnya lebih lambat dari kedua pendahulunya.
Tahun 1968 disebut-sebut sebagai moment lahirnya musik Reggae. Kelahiran dan perkembangannya tidak bisa lepas dari peran tokoh utama pada masa itu seperti The Maytals, Derrick Morgan, Bob Marley, Peter Tosh, Prince Buster, Desmond Dekker atau Ken Boothe. Merekalah peletak batu pertama kelahiran Reggae. Grup band The Wailers, yang dibentuk oleh Bob Marley, Peter Tosh dan Bunny Wailer tahun 1963, menjadi band paling populer yang menjadi saksi peralihan 3 jenis musik di Jamaika (Ska, Rocksteady, Reggae).
Sebagian menyatakan Reggae bukan musik asli Jamaika namun berakar dari New Orleans R&B. Sebenarnya musik yang terpengaruh langsung oleh R&B adalah Ska. Jika ditarik lagi keakarnya, R&B berasal dari Blues dan Blues berasal dari musik tradisional masyarakat Afrika Barat yang menjadi budak di Amerika. Sulit menentukan keorisinilan suatu musik, karena salah satunya mempengaruhi yang lain. Menurut saya indikatornya adalah kelahiran sesuatu yang baru meskipun itu pengembangan adalah karya orisinil wilayah tersebut.
Jika ditarik lebih jauh kebelakang Reggae juga terpengaruh dari budaya tradisi masyarakat. Sebut saja Mento musik tradisional Jamaika, Jonkanoos tarian tradisional yang diiringi drum, hingga talking drums yakni teknik rumit menabuh drum yang konon berasal dari Afrika Barat.
Karakter
Reggae memiliki keunikan tersendiri dari dua aliran pendahulunya. Wikipedia menjelaskan, “Reggae…with obvious debts to both styles (Ska and Rocksteady), while going beyond them both”. Reggae adalah pengembangan dari dua aliran tersebut namun berkembang dengan cirinya sendiri dan akhirnya terpisah dari keduanya.
Sebenarnya saya tidak memiliki kapasitas untuk membahas secara teknis karakter musik ini. Tapi untuk melengkapi pemahaman dalam tulisan ini saya akan berusaha menginterpretasi secara sederhana penjelasan dari Wikipedia dan memberi contoh sekenanya berdasarkan interpretasi saya.
Secara teknis Reggae masih menggunakan teknik ritim gitar Ska yang mengocok gitar dengan cara terbalik (up-stroke) biasa dikenal dengan Skank. Namun Reggae menjadikannya lebih lambat dengan kombinasi down-up stroke diantara ketukan atau off-beat dalam istilah musik, yang menghasilkan gaya baru Double Skank. Teknik Skank atau Double Skank diantara ketukan (off-beat) ini selain menggunakan gitar biasanya juga menggunakan keyboard atau kombinasi keduanya.
Skank atau Double Skank biasanya berada diantara setiap ketukan, misalnya dalam lagu Coming in from the Cold milik Bob Marley. Jika kita menghitung ketukan lagu ini dalam 1-2-3-4 kemudian diulang lagi 1-2-3-4, maka Skank terdapat diantara setiap hitungan. Skank juga bisa berada setelah ketukan kedua dan ke empat, contohnya dalam lagu Bad Card milik Bob Marley. Mudah-mudahan contohnya tidak salah.
Ciri lain yang membuat Reggae mudah dikenal adalah pukulan drum yang rumit serta bas dan organ yang menonjol. Untuk lebih memudahkan kita menemukan ciri unik musik Reggae coba kita dengarkan beberapa komposisi Reggae dari Bob Marley berikut:
Permainan Bass: Hampir semua lagu Reggae menonjolkan khususnya pada lagu Lively up your self, could you be loved, atau Exodus.
Drum: sensasi unik drum dan bunyi-bunyian lain pada lagu Jamming membuktikan tingkat kerumitan yang lebih dibanding Ska, kenakalan drum juga dapat kita temui pada lagu I Shot the Sherif, One Love, Bebas Merdeka milik Steven & Coconut Treez, atau Republik Sulap milik Tony Q.
Keyboard: Coba perhatikan keyboard yang muncul dengan unik dan misterius pada lagu Coming in from the Cold, juga dominasinya pada lagu No Woman No Cry, atau komposisi Serenada milik Steven n Coconut Treez.
Selain tiga ciri diatas kadang Reggae juga berkombinasi dengan Saxophone atau trumpet seperti dalam Satisfy My Soul, Buffalo Soldier, atau Pesta Pantai, dan Bunglon milik Tony Q. Sensasi melodi Blues juga bisa dinikmati dalam lagu Roots Rock Reggae, dan bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika Bob Marley memainkan Lively Up Your Self bersama tokoh Blues BB King.
Satu lagi ciri khas lagu Reggae yang saya tangkap, yakni aksen Jamaika yang begitu kental baik dalam pengucapan maupun tata bahasa (grammar) Inggris. Coba perhatikan potongan lirik dalam Redemption Song milik Bob Marley berikut:
Old pirates yes they rob I
Sold I to the merchant ship
Minutes after they took I from the bottomless pit
Atau dengarkan aksen unik bahkan terkesan lucu dari Bob Marley dalam lagu Rat Race, Zimbabwe, atau Johnny Was.
Rastafarian
Rambut gimbal, kombinasi warna merah kuning hijau, hingga daun ganja, symbol-simbol ini sering diidentikkan dengan Rastafarian atau biasa disebut rasta. Apa sebenarnya pengertian rasta dan bagaimana hubungannya dengan Reggae.
Menurut saya perkembangan musik Reggae tidak akan sepesat sekarang tanpa adanya gerakan Rastafarian. Semua berawal saat Marcus Garvey, aktivis kulit hitam Jamaika melontarkan gagasan “Afrika untuk Bangsa Afrika…”. Seperti diketahui bahwa sebagian besar penduduk Jamaika adalah orang Afrika yang dibawa paksa oleh kolonial Inggris untuk bekerja paksa disana.
Garvey yang kemudian menjadi pahlawan nasional Jamaika, menyerukan gerakan repatriasi atau pemulangan kembali masyarakat kulit hitam ke Afrika. Pada tahun 1929 Garvey meramalkan datangnya seorang raja Afrika yang menandai pembebasan ras kulit hitam dari penindasan kaum Babylon (istilah dalam Alkitab) yang mereka pakai untuk menyebut penjajah kulit putih.
Setahun kemudian, yakni 1930, Ras Tafari Makonnen dinobatkan sebagai raja Ethiopia. Para pengikut ajaran Garvey menganggap Ras Tafari sebagai titisan Tuhan atau sering disebut Jah (Jehovah), sosok pembebas yang diramalkan. Mereka juga menganggap Ethiopia sebagai tanah harapan (Zion) bagi warga kulit hitam di dalam maupun luar Afrika.
Pada tahun 1967 setahun sebelum kelahiran Reggae, Bob Marley yang meyakini Ras Tafari akhirnya mengambil peran sebagai corong untuk mengkampanyekan nilai dan cita-cita Ras Tafari dalam lagunya. Bob Marley dan para pengikut ajaran Garvey akhirnya menamakan dirinya Rastafarian atau Rastaman.
Adapun trend rambut gimbal, kombinasi warna merah kuning hijau dan ganja, akan saya jelaskan dalam tulisan selanjutnya Reegae, Bob Marley, dan Rastafarian.
Tema Lirik
Dalam hal karakter musik, Reggae memiliki beberapa kesamaan dengan Rocksteady bahkan dengan Ska, namun perbedaan menonjol adalah tema yang diangkat. Saat kelahirannya, situasi sosial, ekonomi, dan politik di Jamaika sedang memburuk. Hal ini mendorong bangkitnya gerakan rasta dalam masyarakat kulit hitam di Jamaika. Reggae pun menjadi alat perjuangan bagi mereka. Bob Marley sebagai tokoh sentral saat itu dijadikan sebagai “nabi” yang menyampaikan pesan perjuangan lewat lagu-lagunya.
Penggemar lagu Reggae saat ini banyak mengidentikkan Reggae dengan pesan damai, anti kekerasan, seperti yang tergambar dala klip lagu One Love di youtube. Dalam beberapa hal memang benar, namun jika dilihat dari perkembangan awalnya semangat Reggae lebih dari itu, ia bahkan menjadi alat propaganda dan pembakar semangat pemberontakan rasta saat itu.
Jika Jazz dan Blues yang lahir di Amerika sekitar tahun 1890-an sebatas menyuarakan penderitaan dan keluh kesah bangsa kulit hitam, maka Reggae lebih dari itu. Tak heran jika sebagian besar lagu Bob Marley memiliki semangat perjuangan dan pemberontakan.
Berikut saya kutip potongan lirik lagu Africa Unite:
Africa unite:
‘Cause we’re moving right out of Babylon,
And we’re going to our Father’s land, yea-ea.
How good and how pleasant it would be before God and man, yea-eah! -
To see the unification of all Africans, yeah! -
As it’s been said already, let it be done, yeah!
We are the children of the Rastaman;
We are the children of the Iyaman.
So-o, Africa unite:
‘Cause the children want to come home.
Atau yang lebih tegas lagi lirik lagu Babylon System:
We refuse to be what you wanted us to be;
We are what we are: That’s the way it’s going to be.
If you don’t know! You can’t educate I
For no equal opportunity: Talking about my freedom, People freedom and liberty!
Yeah, we’ve been trading on the winepress much too long:
Rebel, rebel!
Babylon system is the vampire,
Sucking the children day by day, yeah!
Sucking the blood of the sufferers, yea-ea-ea-ea-e-ah!
Building church and university, wo-o-ooh, yeah! -
Deceiving the people continually, yea-ea!
Me say them graduating thieves and murderers;
Tell the children the truth;
Tell the children the truth right now!
Come on and tell the children the truth;
Tell the children the truth;
Bob Marley memang tidak bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan Reggae. Olehnya untuk memahami roh dari Reggae kita bisa mengikuti perjalanan Bob Marley, perjuangannya dan pesan kemanusiaannya. Karena topik ini membutuhkan bahasan khusus maka hubungan antara Reggae, Rasta dan Bob Marley akan dibahas lebih jauh dalam tulisan selanjutnya: Reegae, Bob Marley, dan Rastafarian.
_____

Tidak ada komentar:

Posting Komentar