Selasa, 07 Juli 2015
di kala kalimat tauhid bergema
Pukul lima sore sudah lama berlalu. Maghrib memang masih belum waktunya. Sang artis terkenal itu bergegas menunaikan sholat Ashar. Ada perasaan bersalah yang susah payah ditepisnya. Tapi mau bagaimana lagi? Jadualnya memang padat.
Usai sholat, dia berniat berdoa. Bukan karena ada permohonan khusus, melainkan karena kebiasaan atau refeks saja. Namun ada SMS masuk ke telepon selulernya. Dari managernya. Ada order gede, dan dia diminta segera menemui si Bos. Sekarang, karena tidak ada waktu lagi, dan si Bos sangat sibuk. Sang artis dengan cepat memutuskan untuk membatalkan doanya, menuju kendaraan, dan memacunya. Ia tahu maghrib sudah menjelang. Namun ia memutuskan untuk ‘lihat bagaimana nantilah!’
Di perjalanan, adzan berkumandang. Nuraninya pun menyapa lembut, namun gelisah. Begitu tinggikah penghargaannya kepada si Bos? Sebegitu tingginya sehingga mengalahkan penghargaannya kepada Sang Pemberi Rizki? Demikian gugat sang nurani. Perasaan bersalah mengaliri seluruh jiwanya. Ia tahu, ia harus berubah. Ia juga tahu, ia tidak boleh menunda. Akhirnya ia putuskan, jika bertemu Masjid terdekat ia akan berhenti. Bagaimana janji bertemu si Bos? Biarlah Allah yang mengurus rizkinya. Demikian pikir Sang Artis.
Sang Artis menuturkan pengalaman ini kepada saya, yang mendengarkan dengan ta’zim. Sebenarnya Saya jarang bertemu artis manapun, apalagi artis papan atas. Di sisi lain, Saya sendiri memang tidak pernah berkeinginan untuk bertemu artis manapun.
Namun artis yang satu ini memang berbeda. Ia memiliki semangat untuk membantu syiar keIslaman. Walaupun belum sepenuhnya lepas dari kehidupan glamour, namun keinginannya untuk berbuat sesuatu terhadap Islam memancing simpati Saya.
Akhirnya mereka bertemu. Sang artis bersedia memberikan sedikit tausyiah untuk remaja, dengan bayaran yang nyaris gratis untuk ukuran seorang artis. Dan Sang artis pun menceritakan salah satu pengalaman rohaninya, sebagaimana dikisahkan di awal tulisan ini.
* * * * *
“Sebenarnya kisah Artis tadi adalah salah satu pelajaran tentang ketauhidan”, demikian kata salah seorang Ustadz di Masjid tempat saya tinggal.
“Tauhid? Apakah benar sedalam itu, Ustadz?” tanya saya keheranan.
“Ya, cerita tadi memang kecil dan sederhana, namun hakikatnya sungguh dalam. Cerita tadi adalah salah satu fragment tentang ketauhidan. Betapa tidak. Teori tauhid memang mengajarkan kita untuk meyakini bahwa hanya Allah Yang Maha Pemberi Rizki. Namun implementasi tauhid kita sering kali jauh dari itu.
“Kita masih lebih sering ‘memohon’ kepada atasan atau manusia-manusia lain yang kita anggap dapat mengalirkan rizki kepada kita. Kita juga lebih takut kepada mereka. Juga lebih berharap. Di mata kita, mereka sangat berwibawa dan sangat patut dihormati.
“Untuk itu, kadang-kadang kita rela mengorbankan hal-hal yang sebenarnya prinsip. Menggeser-geser, bahkan meninggalkan sholat, hanya karena harus mengejar deadline tugas yang diberikan oleh si Bos, adalah contoh sederhana namun sering kita temui sehari-hari”, demikian urai Sang Ustadz.
“Gejala lainnya adalah kita jadi sering malas berdoa, karena rasanya ‘kurang konkret’. Jauh lebih konkret bekerja dan ‘memohon’ kepada orang-orang yang ‘memberi’ rizki kepada kita.
“Sholat kita pun jadi kering. Kita tidak sungguh-sungguh merasakan kehadiran Allah di hadapan kita. Karena sebelum sholat kita tidak mempersiapkan jiwa untuk memohon dan meminta. Kita tidak menyiapkan proposal apapun ketika menghadap kepadaNya. Kenapa? Karena kita memang tidak sungguh-sungguh merasa menghadap kepadaNya.
“Bandingkan ketika kita membuat proposal fund raising atau ih kuat dari pada kepada Allah. ” Tandas Sang Ustadz.
Saya dan beberapa jama’ah lainnya manggut-manggut.
“Tapi bukankah Islam mengajarkan kita untuk bekerja profesional dan sungguh-sungguh?” Salah seorang jamaah mencoba mengklarifikasi.
“Betul sekali. Profesional berarti bekerja sesuai standar dan etika profesi yang bersangkutan. Jika profesinya dokter, bekerjalah sesuai standar dan etika kedokteran. Demikian pula arsitek, teknisi, IT, guru, bahkan mungkin da’i. Dan setahu saya, tak satu profesi pun yang mengajarkan kecurangan dan ketidaketisan”, demikian penjelasan Sang Ustadz.
“Kadang-kadang, saya sengaja menunda waktu sholat, karena pekerjaan belum selesai. Saya merasa lebih profesional jika pekerjaan sudah selesai, baru mengerjakan sholat”, orang tadi masih mencoba menjelaskan argumentasinya.
Sang Ustadz tersenyum. Kemudian menjawab dengan tenang, “Sebenarnya memang tergantung profesinya. Kalau profesi Anda adalah seorang dokter, apalagi dokter bedah, memang tidak bijaksana meninggalkan pasien dengan luka menganga. Walaupun sedapat mungkin kita menjadualkan pembedahan dengan perkiraan tidak melampaui waktu sholat. Namun terkadang hal itu memang sulit dilakukan.
“Ada pula profesi pemadam kebakaran, juga polisi yang sedang dalam operasi menangkap pelaku tindak kriminal. Namun itu semua adalah profesi khusus, sehingga memang perlu perlakuan khusus. Sedangkan yang saya maksud dalam penjelasan di atas adalah profesi yang umum, yaitu orang-orang dengan jadual kerja yang teratur. Jam masuk kantornya jelas, jam istirahatnya pasti, begitu pula jam pulangnya. ”
“Ustadz, adakah contoh lain selain menunda-nunda sholat?” Tanya jama’ah yang lain.
“Ada. Misalnya, enggan membayar zakat, apalagi infaq. Kita tahu, zakat itu sudah jelas ukurannya. Sedangkan infaq itu bebas besarnya. Nah, karena begitu takutnya kita akan kekurangan rizki, kita malas mengeluarkan zakat dan infaq. Tanda bahwa kita malas adalah kita ketika kita tidak menyediakan anggaran khusus atau rutin untuk kedua pos itu.
“Kita tidak begitu yakin dengan janji Allah, bahwa DIA akan mencukupi seluruh kebutuhan kita. Kita takut miskin karena berinfaq.
“Jadi, semuanya kembali berakar kepada ketauhidan”, jelas Sang Ustadz.
“Nah, mulai sekarang, klo ada calling dari alloh swt .segeralah dirikan' ujar ustadz sambil tersenyum
Fenomena bulan puasa di negara indonesia
Secara visual, bukan hanya kegiatan shalat tarawih di masjid dan mushola, tapi acara 'berbuka puasa bersama' (bukber), sangat fenomenal. Puasa seperti menjadi sebuah 'fashion' yang tidak pernah ada padanannya.
Di masjid dan mushola di setiap kampung, selalu melakukan acara buka puasa bersama di bulan Ramadhan, mulai makanan yang sangat sederhana, sampai dengan menu makanan yang sangat enak, terutama di masjid dan mushola di komplek-komplek perumahan.
Namun, sekarang yang menjadi fenomena dan model baru di kalangan masyaeakat 'urban' perkotaan, menjelang magrib, saat berbuka puasa, begitu sangat luar biasa, aktifitas berbuka puasa di bulan Ramadhan ini.
Di rumah-rumah makan, cafe, mall, hotel, kantor, kampus-kampus, dan bahkan warung-warung di pinggir jalan begitu sibuk saat menjelang magrib. Jalan-jalan macet, mereka seperti berbarengan keluar rumah mencari berbagai makanan, kue, dan buah, alias 'ngabuburit', dan ini menjadi sangat fenomenal.
Di mana-mana sibuk dan macet menjelang magrib. Mobilitas masyarakat begitu sangat luar biasa, saat menjelang magrib. Bahkan, mall-mall dan hotel sampai larut malam, menjelang hampir jam 23.00 malam. Terkadang di hotel-hotel menyelenggarakan shalat tarawih. Terutama dikalangan kelas menengah atas, sering menyelenggarakan acara kegiatan berbuka puasa.
Jalan-jalan tol macet, sampai menjelang tengah malam. Mereka baru keluar dari mall, hotel, cafe, rumah-rumah makan, dan tempat-tempat acara untuk berbuka bersama keluarga. Tapi, sekarang yang paling fenomenal, yiatu banyaknya anak-anak muda, yang menjadi acara berbuka puasa itu, sebagai sebagai 'fashion' baru. Inilah yang terjadi dikalangan muda di perkotaan alias masyarakat urban.
Tentu, ini seperti menjadi kekecualian, di mana saat Indonesia dicekik dengan krisis ekonomi yang sangat hebat, tapi kalau melihat fenomena anak-anak muda dan kalangan keluarga yang menyelenggarakan acara berbuka puasa berssama di berbagai tempat, dan ini bukan hanya di Jakarta. Tapi, kegiatan ini seluruh kota-kota besar di Indonesia, berlangsung kegiatan serupa.
Di tengah krisis ekonomi di Indonesia yang hebat, sebagian usaha terselamatkan dengan berbagai aktifitas Ramadhan ini. Berapa banyak keuntungan yang didapatkan dari mall, cafe, warung makanan, toko kue, hotel-hotel, dan berbagai tempat yang menyelenggarakan kegiatan berbuka puasa itu.
Belum lagi, sektor garmen, pakaian yang sekarang ini sedang dilanda krisis, tentu mendapatkan berkah dari Ramadhan. Baju-baju 'muslim' laris manis dibeli oleh berbagai kalangan Muslim dengan sangat antusias. Demi menyambut Ramadhan dan Idul Fitri.
Mereka mendapatkan berkah Ramadhan. Berapa banyak duit yang dibelanjakan masyarakat, dan berapa banyak keuntungan yang diperoleh selama Ramadhan ini? Sangat besar.
Ramadhan juga membawa kehidupan sosial lebih humanis (manusiawi), di mana shadaqah, infaq, dan zakat diberikan kepada fakir miskin. Orang-orang kaya bersedekah kepada fakir miskin, meskipun ini masih sangat relatif kecil.
Tapi, setidaknya uang yang berada di 'kantong' para 'aghniya' (orang kaya) menetes kepada orang miskin. Ini terjadinya distribusi kekayaana secara alamiah.
Belum lagi, ketika nanti mudik puluhan juta penduduk kota-kota besar di Indonesia, pulang kampung, dan membawa uang yang tidak sedikit, jumlah bisa menjadi ratusan tiliun. Sebuah laporan penelitian, uang yang dibawa para pemudik dari kota-kota besar, jumlah lebih dari Rp.200 triliun. Mengalir ke desa-desa.
Islam mengajarkan kemuliaan di antara para pemeluknya. Seperti silaturrahim atau silaturrahmi, ukhuwah dan mencintai sesama Muslim, dan berbuat baik kepada kedua orang tua (birrul walidain), ini menyebabkan setiap Muslim rela berkorban, pergi ke tempat-tempat yang sangat jauh, supaya dapat bertemu dengan sanak familinya.
Belum mereka yang menjadi migran (pekerja) di luar negeri, yang pulang kampung, dan mereka membawa uang yang tidak sedikit. Ini berdampak terhadap kehidupan rakyat di pedesaan.
Semua itu, berkah dari Ramadhan, dan sangat luar biasa pengaruhnya terhadap kehidupan. Terjadi proses distribusi kekayaan yang sangat signifikan, tanpa melalui kebijakna pemerintah.
Dengan Ramadhan, kehidupan rakyat menjadi berdenyut, dan hidup kembali, di tengah himpitan krisis yang sangat menyiksa ini. Betapa Ramadhan yang begitu semarak, menjadi tanda sebuah kehidupan ini berkah, dan setiap Muslim mendapatkan berkahnya, termasuk kepada orang-orang non-muslim, dari kegiatan ekonomi mereka.
Kesadaran kolektif semakin tumbuh dikalangan Muslim melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sebagian puasa masih sebagai 'fashion', belum lagi menjadi bagian keimanan dan keyakinan mereka, dan membuat mereka sungguh-sungguh dalam menjalankannya.
Sekarang, puasa tinggal 9 hari lagi, dan sebagian kalangan muda, mulai beribadah lebih serius lagi dengan melakukan 'i'tikaf' di berbagai masjid di seluruh Indonesia.
Mereka ingin mendapatkan 'maghfirah' (ampunan) dari Allah Tabarakallahu Ta'ala. Apalagi, saat sepuluh hari terakhir, di saat akan dijanjikan 'lailatur qadar', bulan yang lebih agung, dan akan mendapatkan ampunan bagi Muslim.
Semakin tahun semakin terasa denyut dari Ramdhan bagi kehidupan Muslim, dan bangsa Indonesia. Terasa tentram dan menyejukan.
Masyarakat terus berusaha mengubah puasa Ramadhan sebagai ibadah dan taqarrub (mendekatkan) diri kepada Rabbnya, dan menjadi pribadi yang lebih mulia dengan mengendalikan 'perut'. Tidak lagi menjadi hamba 'perut'.
Meskipun, sekarang ini puasa yang nampak dan baru menjadi 'fashion' yang masih berhubungan dengan perut. Di mana kegiatan berbuka puasa bersama seperti menjadi 'trend sosial' di mana-mana.
Semoga puasa di bulan Ramadhan, benar-benar akan menjadikan Mukmin yang muttaqin, dan mendapatkan kemenangan melawan hawa nafsu. Manusia banyak yang kalah melawan hawa nafsu, terutama nafsu keinginan. Semoga. Wallahu'alam.
posted from Bloggeroid
Minggu, 05 Juli 2015
Ngabuburit
Mereka anak-anak muda akan keluar rumah masing-masing setelah waktu ‘ashar, lalu secara bergerombol atau perorangan pergi ke alun-alun atau ke tempat keramaian atau juga sekedar jalan-jalan di sekitar jalan alun-alun. Bagi para ibu mungkin hanya sekedar keluar rumah dan bertandang di halaman rumah tetangga. Nah kebiasaan inilah yang disebut ngabuburit.
Kalau di pelosok – pelosok perkampungan Sunda waktu lalu, menunggu datangnya waktu magrib, bagi yang sudah berkeluarga, mereka mengisi waktu dengan menganyam tikar (yang bahan dasarnya dari daun pandan yang telah diolah sedemikian rupa, sehingga menjadi tali putih yang siap dijadikan tikar pandan) di halaman rumah masing-masing sambil bersenda gurau atau ngobrol tentang kejadian apa yang mereka alami di sawah waktu pagi harinya. Bagi anak-anak kecil setelah puas bermain biasanya akan sigrah (segera) membereskan peralatan sholatnya beserta Al-Qur’an yang akan dibawa ke surau (tajug, Jawa namanya langgar).
Sebelum pembicaraan berlanjut, maaf sebentar, saya akan bicara tentang surau atau tajug (Sunda), dan langgar (Jawa). Nama tempat sholat, surau, tampaknya mengalami pergeseran nama menjadi musholla. Itu merupakan perkembangan bahasa berkaitan dengan keadaan, di antaranya sejak setelah PKI (Partai Komunis Indonesia) kalah berontak yang kesekian, tahun 1965, nama surau, tajug, atau langgar itu dikenal dengan nama musholla.
Mungkin karena orang-orang PKI beramai-ramai ngeyup (berteduh dan berlindung) ke Islam, bahkan mereka ramai-ramai mendirikan surau, maka terjadi pergeseran bahasa, lebih difasihkan lagi istilah surau itu maka menjadi musholla, dari bahasa Arab. Padahal musholla sendiri dalam bahasa Arab itu artinya tempat sholat ied (hari raya) yaitu tanah lapang. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
{ مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا } . رَوَاهُ أَحْمَدُ وَابْنُ مَاجَهْ
Siapa yang memiliki keluasan lalu dia tidak menyembelih korban maka jangan sampai dia mendekati musholla kami. (HR Ahmad dan Ibnu Majah).
Di dalam lafal mushollana (مُصَلَّانَا ) itu pengertiannya adalah tanah lapang untuk sholat ied (hari raya).
Sedangkan surau sebenarnya juga masjid, hanya bukan masjid jami’ alias bukan tempat sholat Jum’at.
Kembali tentang ngabuburit, di Sunda masa dulu, anak-anak desa tempo dulu pada umumnya selalu bersemangat pergi ke tajug atau surau untuk melaksanakan sholat maghrib berjama’ah, lalu mengaji yang dibimbing oleh ajengan (kiyai) setempat, dan setelah sholat ‘isya berjamaah, mereka pulang dengan antusias tanpa ada pengaruh televisi di otaknya.
Jadi insya Allah isi catatan amalnya adalah baik, sebagai bekal kelak di akherat. Beda dengan sekarang, kemungkinan banyak orang, isi catatan amalnya, bagi yang banyak menghabiskan waktunya untuk nonton televise padahal waktu-waktu tersebut sangat berharga, maka betapa celakanya. Ketika masuk kubur, bekal amalnya hanya serba nonton televise. Apakah itu yang akan diandalkan ketika menghadapi malaikat kubur, serta di akherat kelak?
Awal Mula Penyimpangan Ngabuburit untuk Menunggu Waktu Buka Puasa
Andaikata tidak ada yang memulai mempromosikan istilah ngabuburit, apalagi itu bahasa daerah, mungkin tak ada yang mengenal istilah itu selain orang-orang Sunda (Jawa Barat).
Tetapi beberapa tahun terakhir ini istilah itu seperti sudah lekat di bibir semua warga Indonesia, terutama anak-anak muda perkotaan. Dan istilah itu popular pada saat datangnya bulan Ramadhan (bulan puasa).
Awalnya kenapa ngabuburit itu sekarang jadi popular pada ramadhan?
Ini berkaitan dengan adanya acara infotaimen di televisi swasta. Pada saat -saat Ramadhan beberapa tahun lalu, mereka mewawancarai artis-artis tentang kegiatan si artis pada saat bulan Ramadhan, dan beberapa artis yang diwawancara adalah artis-artis berasal dari Jawa Barat, antara lain adalah ND yang kala itu masih sering muncul di acara infotaimen. Ya namanya artis memang tidak akan jauh kegiatannya hanya seputar wara-wiri, kumpul-kumpul dan senang-senang. Dan ND itu bilang, bahwa ia untuk menunggu datangnya buka puasa itu ngabuburit.
Beberapa artis pun demikian ( bila diwawancara apa kegiatannya saat menunggu buka puasa), dan hal begitu selalu berulang, entah disengaja oleh pihak acara (untuk promosi agar anak-anak muda mengikutinya) atau kebetulan memang setiap artis yang diwawancara itu biasa ngabuburit untuk menunggu saat-saat buka puasa. Wallahu a’lam.
Yang pasti, sekarang ini fenomena ngabuburit pada saat Ramadhan benar-benar sudah memasyarakat, terutama pada anak-anak muda perkotaan. Pada saat sore tiba mereka keluar rumah dengan berkendaraan motor berboncengan dengan pasangannya atau bergerombol, mereka mendatangi tempat-tempat ramai atau jalan-jalan ke mal-mal (dengan pasangannya) atau bermotor ria memenuhi jalan-jalan raya. Dan alasan mereka tak ada lain “ ngabuburit!” menunggu waktu buka puasa!
Koran Republika juga pernah mengupas tentang ngabuburit. Tetapi mungkin dampaknya tidak seperti dari televisi. Masyarakat kita sangat cendrung cepat meniru, terutama anak-anak muda, apa lagi itu datangnya dari artis-artis.. Maka tak heran sewaktu si artis menyiarkan kegiatannya pada saat menunggu buka puasa adalah ngabuburit, baik ke mal-mal atau keliling berkendaraan, nah dicontohlah sekarang oleh masyarakat muslim, terutama anak-anak muda. Manfaat dan adab puasa sudah dirusak!
Mungkin mereka yang mempromosikan istilah ngabuburit saat puasa itu tak pernah merasa kegiatannya itu akan ditiru orang banyak dan tak menyadari kalau perbuatannya itu jadi mengandung dosa, kerena menyia-nyiakan waktu pada bulan yang milia (Ramadhan), atau lebih jelek lagi yang mengikuti ngabuburit itu anak muda yang kemudian berduaan dengan lain jenis (pasangannya) berkendaraan motor, (padahal Ramadhan bulan yang sangat mulia, tapi digunakan bermaksiat tanpa merasa berdosa) dan itu awalnya promosi dari mereka yang tak mengerti ajaran Islam, atau bahkan kurang menghiraukannya.
Dampak Ngabuburit Jika Dibiarkan
Andaikata fenomena ini (menunggu buka puasa dengan ngabuburit) didiamkan saja, boleh jadi generasi berikutnya atau generasi yang akan datang merasa ngabuburit itu bagian dari manfaat puasa atau paling tidak, menunggu buka puasa (ngabuburit puasa) tidak berdosa berduaan jalan-jalan menunggu buka puasa, menghabiskan waktu dengan sia-sia (atau malah melakukan dosa tanpa terasa) itu tidak mengapa. Sesungguhnya Islam tak pernah mengajarkan menunggu buka puasa dengan bersenang-senang, berduaan, jalan-jalan, menyia-nyiakan waktu!
Ada hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi:
{ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ وَالْجَهْلَ ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ } رَوَاهُ أحمد (2/443 ، رقم 9717) ، والبخارى (5/2251 ، رقم 5710) ، وأبو داود (2/307 ، رقم 2362) ، والترمذى (3/87 ، رقم 707) وقال : حسن صحيح . وابن ماجه (1/539 ، رقم 1689) ، وابن حبان (8/256 ، رقم 3480)
Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta serta kedunguan maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum”. (HR. Al-Bukhari, Ahmad dan lainnya).
Dalam hadist lain dikatakan :
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَش
”Betapa banyak orang puasa, bagian dari puasanya (hanya) lapar dan dahaga”. (HR. Ahmad, hadist hasan shahih).
Tidak bisa dianggap sepele fenomena ini. Buktinya sebelum tersiar (sengaja dipromosikan) tentang ngabuburit pada bulan puasa, masyarakat muslim yang melakukan ibadah puasa pada umumnya, juga anak-anak muda kebanyakan hanya berdiam diri di dalam rumah masing-masing. Ada yang mendengarkan ceramah agama, ada yang berzikir, membaca Al-Qur’an, ada juga yang sibuk membagi panganan (sedekah) untuk buka puasa kepada tetangga atau kerabat dekat.
Sekarang fenomena ngabuburit ini sangat dinikmati oleh masyarakat muslim, (semua gara-gara digembar-gemborkan di media televisi) terutama anak-anak muda yang pemahaman tentang manfaat puasa Ramadhan, tentang adab puasa ini sangat minim. Mereka asyik berduaan berkendaraan, asyik tertawa-tawa bersama teman / kongkou-kongkou, ada yang asyik berbelanja.
Dan kecendrungan ngabuburit ini juga lebih terbuka lagi dengan adanya fasilitas mal-mal dan kendaraan bermotor. Bukankah manfaat puasa jadi hilang, boleh jadi puasanya hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja.
Wajibnya puasa di bulan Ramadhan telah Allah tetapkan di dalam Al-Qur’an yang berbunyi:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ(183)
”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (Al-Baqarah: 183).
Sebagai orang Islam, seharusnya sangat mengetahui juga rukun puasa, manfaat puasa, keutamaan puasa, yang membatalkan puasa sampai adab berpuasa.
Adapun adab puasa sebagai berikut
Ketahuilah –semoga Allah merahmatimu-, merahmati kita semua.
Bahwasanya puasa tidak sempurna kecuali dengan merealisasikan enam perkara :
Pertama: Menundukkan pandangan serta menahannya dari pandangan-pandangan liar yang tercela dan dibenci.
Kedua : Menjaga lisan dari berbicara tak karuan, menggunjing (ghibah), mengadu domba (namimah). Dan dusta.
Ketiga : Menjaga pendengaran dari mendengarkan setiap yang haram atau yang Tercela.
Keempat : Menjaga anggauta tubuh lainnya dari perbuatan dosa.
Kelima : Hendaknya tidak memperbanyak makan.
Keenam : Setelah berbuka, hendaknya hatinya antara takut dan harap. Sebab tidak tahu apakah puasanya diterima, sehingga ia termasuk orang-orang yang dekat kepada Allah, ataukah ditolak sehinga ia termasuk orang-orang yang dimurkai. Hal yang sam a hendaknya ia lakukan pada setiap selesai Melakukan ibadah. ( Dikutip dari kitab : Risalah Ramadhan. Hal. 115-116 Karya : Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al- Jarullah. Al. Sofwa, Jakarta).
Sesungguhnya bagi setiap muslim itu wajib saling mengingatkan. Orang tua wajib mengingatkan anak-anaknya, suami wajib mengingatkan istrinya. Mari kitapun mengingatkan bahwa ngabuburit itu tidak bermanfaat bagi puasa kita. Semoga Allah selalu mengingatkan kita semua. Amin
posted from Bloggeroid
Minggu, 31 Mei 2015
Malaikat berjubah hitam.!!!
Manusia menyangka kalau hari yang dilalaui sama saja, padahal setiap waktu yang dilaluinyanya adalah beda, dalam hitungan detik yang berlalu, tak seorang manusiapun yang mampu mengembalikan waktu yang telah dilaluinya. Jadi bila dilihat dari sisi waktu ini, setiap manusia, siapapun orangnya selalu dalam keadaan baru, selalu lahir manusia baru, dari orang yang sama!
Aneh memang kedengarannya, bagaimana bisa manusia yang sama setiap saat lahir? Oke , coba teliti, manusia sebenarnya adalah selalu dalam keadaan baru, karena dalam hitungan detik, kalau sudah ajal menjemput, manusia akan mati! Jadi kalau seorang manusia sampai saat artikel ini ditulis dan kemudian dibaca lalu tersimpan di dunia maya, maka bersukurlah, itu berarti yang menulis dan yang membacanya masih hidup! Padahal bisa saja yang menulis dan yang membaca pada saat yang sama, bila memang ajalnya sudah tiba, akan mati dalam waktu bersamaan, di tempat yang berbeda.
Hari berlalu demikian cepat, dari kelahiran menuju kematian, dari masa anak-anak,muda, dewasa, tua dan maut sedang menanti. Tak jauh-jauh, tak usah belari mengghindar dari maut, tak usah menjemput kedatangan maut, dihindari dan dijemput sama aja bagi sang maut.
Dia datang bukan atas permintaanmu, dia belum hadir bukan atas kemauanmu, satang atau tidaknya sang maut ada dalam catatanNya, ada dalam genggamanNya, dan bila saatnya tiba Dia datang tanpa kau pinta, Dia hadir tanpa kau sadari, dan tiba-tiba kau mati!
Lalu kuburan ada di hadapanmu, jasadmu akan berada di dalamnya, jasadmu akan menjadi santapan cacing-cacing tanah atau belatung-belatung yang “berpesta” memakan dagingmu, hingga tak bersisa sedikitpun, lalu tulang belulangmu hancur satu demi satu dan kemudian lenyap bersama tanah.
Kuburan menjadi tempatmu bersinggah sementara, sebelum kiamat tiba. Akankah kau dapat nikmat kubur atau azab kubur? Dunialah tempat persemainnya, dunialah ladang amalnya, dunialah tempat menabung segala amal perbuatanmu.
Jika tidak, azab kubur akan kau dapatkan tanpa kau kehendaki, azab kubur akan menghancurleburkan tubuhmu, azab kubur akan menjadi tempat awal penyiksaan yang teramat pedih sebelum disiksa di neraka nanti, sudahkah kau siapakan dirimu menghadapi kuburan?
Di Kuburan kau akan sendirian, jika tak punya amal, di Kuburan Kau akan di azab, jika tak beriman dan tak beramal sholeh. Di Kuburan kau akan disiksa, jika hidupmu penuh dengan kemaksiatan. Jangan ceritakan neraka, di kuburan sudah cukup buat peringatan, bagi yang mau mengambil peringatan dan pelajaran.
Neraka bagi pembuat maksiat bukan apa-apa, neraka bagi orang kapir bukan sesuatu yang menakutkan,
neraka bagi penggelimang dosa bukan sesuatu yang perlu ditakuti, apa itu neraka? Bagi mereka neraka hanya cerita-cerita kosong , mati, selesai. Itu keyakinan orang-orang kapir!
Bagi yang beriman, jangankan neraka, siksa kubur sudah membuatnya ketakutan luar biasa. Apa lagi azab neraka, Ya Allah lindungi hamba dari azab kubur dan azab neraka, jangankan api neraka, api di duniapun sudah dapat mengancur leburkan daging dan tulang belulang hamba. Jangankan azab di neraka, azab kubur saja sudah menghancurkan tubuh manusia. Jangankan azab kubur, kebakaran di dunia saja sudah menghancurkan kehidupan manusia.
Maka betapapun panjang jalan yang kau tempuh, betapapun jauh perjalanan yang kau lalui, betapapun ilmu yang kau miliki, betapapun harta yang kau cari sebanyak-banyaknya, betapapun persahabatan yang kau bina sebaik-baiknya, betapapun persaudaraan yang kau jaga keutuhannya, pada akhirnya semuanya kamu tinggalkan.
Pada akhirnya semua fana, pada akahirnya semuanya nol, pada akhirnya semuanya tiada, Pada
akhirnya tubuhmu yang kau jaga juga akan lenyap, pada akhirnya kematianlah kenyataan itu.
Dengan izinNya satu-satunya kepastian yang tak dapat kau elakan yaitu kematian! Dan kematian datang tiba-tiba, begitu saja, baru saja bercengkrama dengan para sahabat, baru saja bersenda gurau dengan keluarga, baru saja bercanda dengan sanak pamili, tiba-tiba maut datang begitu saja.
Jadi, sejauh-jauhnya kau berjalan, yang ada dihadapanmu adalah kefanaan, kematian, kenolan, kelenyapan, ketiadaan! Jadi, sejauh-jauhnya kamu merantau, ke luar dari negerimu, ke ujung dunia sekalipun, di hadapan Allah SWT. Tak seincipun kamu bergerak, kemanapun kamu, berjalan, berlari atau terbang sekalipun, kau tetap di dalam Tuhan, karena Dialah awal dan akhir parjalanan hidupmu, karena dari Dialah dan ke Dialah tujuan hidupmu.
Dan ini ada bait-bait tentang kematian seorang laki laki .kematian tidak akan meminta izin untuk datang ..
Musim semi telah tiba dan saljupun hilang entah kemana/Hujan turun lebat sekali kemarin namun hanya sesaat/Matahari masih terkadang muncul/Dengan senyum malu-malu menyapa bumi.
Dari ujung sana pada sebuah titik di bumi/Angin membawa berita ke segala persada yang menghentak/Seorang hambaNya yang penuh warna/Tiba-tiba dipanggil menghadapNya di malam mulia.
Tak terduga/Tak disangka/Dalam usia yang kata orang hidup dimulai/Namun yang terjadi hidup itu diakhiri/Saat malam kelam di sebuah jalan/Pada suasana demikian malaikat berjubah hitam menjeputnya.
Saat roh pamit meninggalkan sang raga/Itu memang rahasiaNya/Tak ada mengetahui kecuali Dia/Tak ada yang bisa mencegah kedatangan/Sang malaikat berjubah hitam/Semua berjalan atas kehendakNya/Datang begitu saja/Dan kapan saja maunya.
Di musim semi saat hijau dedaunan mulai tersenyum/Saat itulah datang panggilan yang tak bersuara/Menjemputnya saat awan menutupi kegelapan malam/Derai air matapun ikut turun membasahi bumi/Menghantar kepergiannya/Menghantar kepulangannya menuju rumah terakhir.
Engkau sudah berbuat/Dan itu telah kau lakukan/Meninggalkan suaramu/Meninggalkan pesan-pesanmu/Meninggalkan gayamu yang membumi/Menarik hati-hati yang luka dan terobati.
Selamat jalan wahai engkau lelaki yang terpanggil/Selamat jalan wahai engkau lelaki yang penuh senyum/Selamat jalan wahai engkau lelaki yang dipilihNya/Selamat jalan wahai engkau lelaki yang berjalan dalam panji-panjiNya/Selamat jalan wahai engkau lelaki yang menyebarkan risalahNya/Doa kami mengiringi perjalanan terakhirmu/Menuju keabadian
Semoga mengingatkan kita akan kematian ...!!
posted from Bloggeroid
5 fakta tentang adzan yang istimewa
Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Nah..Lima fakta mengagumkan seputar adzan berikut ini :
1 . Adzan merupakan kalimat penuh “Kekuatan Supranatural”
Ketika azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.
2. Adzan asal mula di mulai dengan menakjubkan:
Pada jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan kurang cocok.
Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.”
yang kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat.
3. Adzan senantiasa ada d saat peristiwa2 penting:
Adzan Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat. Selain itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya seorang Bayi, ketika Peristiwa besar. Peristiwa besar yang dimaksud adalah:
– Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan Diatas Ka’bah.
– Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.
4. Adzan ternyata sudah miliyaran kali di kumandangkan:
Sejak pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500 tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari . berarti 1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat islam saat ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milyar umat dengan 2 juta muadzin saja. Hasilnya = 534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 = 5.340.000.000.000
5. Adzan ternyata tidak pernah berhenti berkumandang
Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma
adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.
Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.
Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.
Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.
Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.
Semoga informasi mengenai 5 Fakta Menarik Mengenai Adzan ini bermanfat buat kamu
posted from Bloggeroid
Dia datang tak di undang
Di Palestina darah para mujahidin terus membasahi bumi, tak kenal menyerah dan bom bunuh diri menjemput maut dengan caranya sendiri, melawan penjajah Israel tak kenal henti,terkutuklah para penjajah dimana pun kau berada.
Bertahun yang lalu, Tsunami menghantam Aceh 26 Desember 2004 memberitakan kematian dan maut, tak kurang 150.000 jiwa melayang, syahid bagi yang beriman. Tsunami meluluhlantakan Aceh dan sekitarnya, dalam hitungan kilat, ratusan ribu orang nyawanya melayang, memberitakan duka dan gempa bumi di Jogyakarta dan sekitarnya
27 Mei 2006 meluluhlantakan kehidupan, jeritan kematian kembali menggema,tak kurang dari 5000 jiwa melayang,tewas dalam hitungan menit!
Gempa di Haiti telah menghancurkan kehidupan, tak kurang dari 100.000 orang tewas, Malaikat maut memberitakan kehadiranya, peringatan bagi yang masih hidup bahwa kematian datang dengan tiba-tiba, tak di duga. Yang diantisipasi bahaya letusan GunungMerapi, berminggu-minggu penduduk mengungsi, yang ditakuti letusan Gunung Merapi, tapi gempa bumi yang terjadi,tanpa bisa diprediksi, ribuan orang mati.
Malaikat maut bertanya, tak cukupkah berita kematian yang kukirimkan kepadamu? Tak cukupkah kau baca berita kematian yang tiap saat? Tak cukupkah kau melihat di TV berbagai jenis kematian? Tak cukupkah kamu melihat disekelilingmu bahwa kamatian sudah hadir dihadapanmu? Masihkah kau tak mau bertobat? Masihkah kau bangga dengan dosa-dosa?
Masihkah kau tunda untuk beribadah kepadaNya? Masihkah kau terus berpoya-berpoya bergelimang dosa dan noda? Atau kematian datang padamu dan kamu baru bertobat?
Terlambat!
Tanyakan kemana orang tuamu sekarang? Dimana sekarang mereka berada? Tanyakan di mana sebagian saudara, teman dan sahabatmu sekarang? Dimana sekarang mereka berada? Mereka sudah diambil yang punya, mereka sudah kembali kepada pemiliknya, mereka sudah dijemput maut, dengan caranya masing-masing
Malaikat maut bertanya, tidak cukupkan berita kematian yang ku kabarkan setiap hari padamu?
Berita kematian sudah ku sampaikan lewat TV, Internet, Cerita, SMS, koran, majalah dan lain sebaginya, masih kau sangsi bahwa aku akan datang padamu? Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, tanpa kau duga, tanpa bisa kau prediksi, tiba-tiba, kau mati!
“Bila aku datang”, kata Malaikat maut
Putuslah semua yang kau banggakan
Putuslah semua harapanmu
Putuslah semua cita-citamu
Putuslah semua yang kau cintai dan mencintaimu
Putuslah semuanya, kecuali amal jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh
Putuslah kamu dengan segala harta benda yang kamu miliki
Lalu apa yang kamu cari, jika semua akan kau tinggalkan?
Wahai …. pecinta dunia, tak cukupkah kau melihat kematian menari-nari dimatamu? Tak cukupkah kau melihat maut dihadapanmu? Tak cukupkah kau sadari bahwa kematian semakin dekat, bukan semakin jauh? Tidakah kau merasakan bahwa malaikat maut sedang tersenyum padamu? Tidakah merasakan bahwa detak jantungmu bisa tiba-tiba berhenti? Tidakah kau sadari bahwa napasmu bisa tiba-tiba berhenti? Tidakah kau sadari bahwa nyawamu bisa melayang dengan tiba-tiba? Dan tiba-tiba saja rohmu kembali kepadaNya dan kau mati Kapan? Hanya masalah waktu.
Kematian adalah tema yang paling ditakuti, terutama bagi pendosa atau justru tema paling dilupakan dan dijauhkan, mereka takut bila kematian datang menjemput. kematian melulu yang dibicarakan, kan kita masih hidup? Mereka yang lupa akan kematian, akan terus bergelimang dosa, apalagi merasa masih muda. Mereka yang lupa kematian, padahal sudah tua akan terus terus bergelimang dosa, kematian baginya hanya sebatas kata, mati,iItu saja. Ya mati, lalu, kenapa kalau aku mati ? “Itu urusanku”, katanya.
Berita kematian bagi orang-orang seperti itu, hanya sebatas kata-kata, tak merubah apapun, tak ada kata tobat baginya, tak ada kata sadar baginya, tak ada kata ibadah baginya, mari minum, minuman keras, mari bernyanyi, nyanyian keras, mari mabuk, semabuk-mabuknya, lupakan kematian, buat apa ingat kematian? Mari terus pesta, sampai ajal tiba.
Malaikat Maut tetap tersenyum
Melihat orang-orang tak juga sadar
Melihat orang-orang tak juga tobat
Melihat orang-orang yang bangga dengan dosa-dosa
Melihat orang-orang yang tak juga mau sholat
Malaikat hanya tersenyum, sambil menunggu perintahNya, Malaikat Izroil hanya petugas dan hanya menjalankan tugasNya, bila tak ada perintahNya, malaikat maut hanya diam menunggu, saat Malaikat maut menunggu perintahNya, saat itu nyawamu masih ada, saat itu kesempatan hidup masih ada, saat itu pintu tobat masih terbuka, saat itu bonus Allah masih diberikan padamu, maka pergunakanlah kesempatan emas ini, jangan sia-siakan, pergunakanlah untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya, jadikan ladang amal, tebarkanlah benih-benih kebaikan,
carilah ridhoNya.
Saat Malaikat maut menunggu perintahNya, seakan dia berkata:
Ayo segera tobat
Ayo segera kembali kepadaNya
Ayo segera sholat
Ayo segera berbuat kebaikan
Ayo segera beramal sebanyak-banyaknya dan berdoalah
Ya Allah … hidup dan kematian keduanya berasal dariMu
Engkaulah yang menghidupkan dan Engkaulah yang mematikan
Maka hidupkanlah hamba dalam kebaikan
Dan matikan hamba juga dalam kebaikan, amin
posted from Bloggeroid
Sabtu, 09 Mei 2015
Pria, wanita pilih lah calon suamimu dan calon istrimu sesuai syariah islam.
Pria, pikirkan tentang satu dari beberapa pertanyaan di bawah ini.
Jika kamu sudah menikah, dalam hal apa gadis yang pernah kamu pacari berbeda dengan wanita yang kini kamu nikahi? Jika kamu sedang dekat dengan seseorang, dalam hal apa wanita yang akan kamu nikahi berbeda dengan gadis yang kamu kencani saat ini? Apa yang ada di pikiranmu?
Mari kita cermati perbedaan antara wanita yang akan kamu nikahi dengan gadis yang kamu kencani.
Gadis yang kamu kencani tak mau menemui keluarga dan teman-temanmu, dia hanya mau kamu seutuhnya.
Wanita yang akan kamu nikahi mau mengenal keluarga dan teman-temanmu. Dia tahu jika tanpa keluarga dan teman-temanmu, kamu bukan apa-apa saat ini.
Gadis yang kamu kencani lebih mengkhawatirkan kukunya, bulu matanya, dan segala sesuatu yang membuatnya merasa tampak cantik di muka umum. Penampilan fisik sangat penting dan yang utama baginya.
Wanita yang akan kamu nikahi tak terlalu ambil pusing soal penampilannya di muka umum. Sebaliknya, dia malah merasa khawatir dengan penampilannya di depan laki-laki yang dia cintai, bahkan jika itu berarti dia tak mengenakan make up sekalipun. Dia fokus untuk membangun iner beauty dan karakternya, karena dia tahu cantik itu datang dari dalam dirinya sendiri.
Gadis yang kamu kencani hanya peduli soal masalah karir dan visinya untuk masa depan. Dia merencanakan masa depan hanya untuk dirinya sendiri.
Wanita yang akan kamu nikahi peduli dengan karir dan visimu sebagaimana dia peduli dengan karir dan visinya sendiri. Dia tahu kamu punya rencana buat masa depanmu, dan sama-sama mewujudkan tujuan yang telah kalian tetapkan bersama. Baginya, pernikahan adalah prioritas.
Gadis yang kamu kencani sangat gemar dan bahkan bergantung dengan kenyamanan finansial yang kamu sediakan. Dia selalu meminta timbal balik padamu terhadap segala hal yang dia berikan.
Wanita yang akan kamu nikahi ingin membangun kemapanan finansial bersama denganmu. Dia percaya bekerja dengan dua kepala lebih baik daripada hanya satu. Ketika dia memberi, dia tak mengharap kembali.
Gadis yang kamu kencani yakin bahwa dia tahu segalanya.
Wanita yang akan kamu nikahi terbuka untuk mempelajari hal baru, dan sadar bahwa akan selalu ada ruang untuk pengembangan diri.
Gadis yang kamu kencani takut untuk menceritakan rahasia terdalamnya padamu.
Wanita yang akan kamu nikahi akan membagai rahasianya padamu, termasuk rahasia yang paling gelap sekalipun, bahkan jika itu berdampak dia akan kehilanganmu. Dia percaya padamu dan membagi segala-galanya denganmu. Dia yakin bahwa kejujuran adalah nilai terbaik dalam hidup.
Gadis yang kamu kencani tak pernah merasa bersemangat untuk membahas masalah pernikahan dan anak (walaupun dia akan menikah juga suatu saat nanti).
Wanita yang akan kamu nikahi selalu merasa bersemangat untuk membicarakan masalah pernikahan denganmu.
Gadis yang kamu kencani selalu berpakaian tidak sesuai syar’i.
Wanita yang akan kamu nikahi lebih menjaga pakaian apa yang dia kenakan, karena dia sadar bahwa dia hanya milikmu seorang.
Gadis yang kamu kencani tak punya inisiatif untuk memasak makanan buatmu.
Wanita yang akan kamu nikahi tak hanya suka memasak buatmu, tapi juga memilih makanan yang baik dan sehat buatmu. Dia sadar bahwa cara untuk mendapatkan hati laki-laki, salah satunya dari memanjakan urusan perutnya.
Gadis yang kamu kencani terlalu khawatir akan segala hal yang kamu lakukan dan mengawasimu ke manapun kamu pergi.
Wanita yang akan kamu nikahi tidak terlalu mengkhawatirkan keberadaan dirimu karena dia tahu kamu berkomitmen mewujudkan masa depan bersama. Dia cukup dewasa untuk tahu bahwa kamu tak akan bisa memaksa seseorang untuk selalu ada dalam jangkauan radarnya
Gadis yang kamu kencani tidak pernah mau mengalah.
Wanita yang akan kamu nikahi selalu bersedia berkompromi dan menyadari bahwa kompromi adalah hal penting yang sangat dibutuhkan dalam pernikahan.
Gadis yang kamu kencani terus-menerus mencari perhatian darimu.
Wanita yang akan kamu nikahi adalah cermin dari rasa sayangmu dan terus-menerus mendukungmu dengan rasa sayang dan rasa hormat yang kamu butuhkan.
Gadis yang kamu kencani mencoba untuk mengubahmu dan selalu membandingkanmu dengan mantannya.
Wanita yang akan kamu nikahi menerima kamu apa adanya dan tak akan membandingkanmu dengan mantannya. Dia tahu kamu adalah yang terbaik dan dia sadar bahwa dia tak akan dapat mengubah orang lain semaunya.
Gadis yang kamu kencani harus selalu dihibur.
Wanita yang akan kamu nikahi adalah seseorang yang bisa kamu ajak bersenang-senang, bersantai, melakukan aktivitas, atau bahkan tak melakukan apapun, tetapi masih merasa menikmati hubungan satu sama lain.
Jadi, dia kah wanita yang akan kamu nikahi? Sudah, putuskan saja. Segera menikahlah karena Allah
Rabu, 01 April 2015
menulislah karena ALLOH SWT
Nabi Musa a.s. diberikan mu’jizat berupa kemampuan untuk membelah laut, Nabi Isa a.s. diberikan mu’jizat untuk mengembalikan penglihatan mata seseorang yang buta, Nabi Sulaiman a.s. diberikan mu’jizat agar dapat berbicara dengan hewan. Namun Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para Nabi dan Rosul Allah yang ajarannya masih hidup sampai saat ini, mendapatkan mu’jizat Al-Quran, sebuah tulisan sebagai penyempurna ajaran Nabi-nabi terdahulu. Apa keistimewaan dari sebuah tulisan?
Menulis merupakan salah satu cara bagi seorang Muslim untuk berdakwah dan menegakkan risalah kalimatillah. Di samping itu, kegiatan jihad bil qalam ini mempunyai keistimewaan khusus yang tidak bisa didapatkan dalam jalur dakwah lainnya, yaitu sebuah keabadian.
Untuk hidup abadi, seseorang tidak perlu menggunakan obat-obatan ataupun kekuatan magis, yang diperlukan adalah kekuatan dari tulisan yang dapat mengabadikan karya dan pemikiran dari penulis. Seperti layaknya Sayyid Quthb yang telah lama tutup usia, orang masih sangat mengenal namanya dan bahkan mengkaji ilmu dari apa yang ia pelajari semasa hidupnya. Itu semua karena ia mengabadikan hasil pembelajaran, pemikiran, serta apa yang telah ia perjuangkan semasa hidupnya untuk melewati sebuah karya tulis sebagaimana hadits berikut.
“Sesungguhnya kebaikan yang akan mengiringi seorang mukmin setelah meninggal adalah ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan..” [HR. Ibnu Majah No. 238].
Selain itu, menulis juga bisa menjadi sebuah pahala yang mengalir sepeninggalan hidup kita di dunia ini.
“Barang siapa yang mengajarkan suatu ilmu, maka ia akan mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.” [HR. Ibnu Majah No. 236].
Hal yang sama juga berlaku pada Muhammad Husain Haekal yang menulis sejarah perjuangan hidup Nabi Muhammad SAW, ia telah lama tiada, namun karya tulis serta pemikirannya dari ajaran sang Nabi tetaplah hidup. Allah Azza wa Jalla, pencipta langit dan bumi, tuhan dari seluruh alam semesta ini, telah memilih jalur tulisan untuk menuntun hamba-Nya menuju sebuah kebenaran hakiki, yang mana tulisan tersebut tidak akan berubah sampai akhir zaman kehidupan ini, yaitu Al-Quranul Karim.
Namun sampai saat ini, menulis pun dianggap sebagai sebuah hal yang tabu. Heran terkadang, banyak orang yang memiliki setumpuk catatan harian tetapi menganggap dirinya tidak bisa menulis. Baik catatan sekolah, catatan harian atau coretan apapun sesungguhnya itu merupakan tumpukan karya tulis yang mungkin sangat berharga dan luar biasa manfaatnya. Pada dasarnya, semua orang bisa menulis. Karena menulis merupakan aktifitas yang rutin kita jalani setiap hari, tetapi sekali lagi tak jarang orang yang tidak menyadarinya.
Sedikit melek terhadap lingkungan kita, kita akan merasa tergelitik ketika menyaksikan keadaan sosial masyarakat kita. Tidak miriskah kita jika di tengah-tengah kehidupan kita masih banyak masyarakat yang hidup dalam kelaparan? Mereka mengemis, mereka meminta-minta, sampai melakukan hal-hal jahat karena desakan ekonomi, mereka tidak dapat sekolah, mereka tidak dapat berobat, mereka mati kelaparan, bahkan tak jarang dari mereka yang akhirnya terpaksa mengakhiri hidupnya dengan sengaja. Tidakkah terdorong hati kita untuk memaksakan tangan ini menggoreskan tinta pena pada lembaran kertas guna mempersoalkan apa sesungguhnya yang tengah terjadi di sekeliling kita itu?
Namun, apakah cukup ditulis pada lembaran kertas kosong saja? Ternyata tidak. Ibarat air, apabila air itu hanya dibiarkan tergenang begitu saja di suatu tempat tertentu, ia tidak mungkin dapat memberikan manfaat kepada masyarakat banyak. Tetapi apabila air itu dialirkan, orang yang melewati air itu dapat mengetahui keberadaannya dan merasakan manfaat dari air tersebut sesuai dengan kebutuhannya.
Begitupun dengan tulisan. Tulisan merupakan rangkaian kata-kata dari sebuah ide besar yang berasal dari otak untuk mempengaruhi orang lain. Ketika sudah menjelma menjadi sebuah hasil karya tulis, hasilkarya itu akan dapat mempengaruhi dan menginspirasi orang banyak ketika disebarkan luaskan kepada khalayak, berbeda dengan hanya disimpan saja di komputer atau memori kita.
Karena itu, menulis adalah salah satu jalan dakwah yang sangat dianjurkan bagi kita para pejuang kebenaran untuk menegakkan risalah yang telah diwariskan oleh para Nabi terdahulu. Dengan tulisanlah kita dapat membuka peluang besar akan berhasilnya upaya dari perjuangan dakwah kita yang nantinya akan selalu hidup meskipun kita telah tutup usia.
Malu bertanya, sesat di jalan. Malas menulis, bikin otak nggak jalan. Menulis adalah mengasah otak dan mengembangkan imajinasi. Mari menulis sekarang juga!
Jumat, 27 Maret 2015
indahnya syariat islam ..sejuknya negeri muslim
Sahabat seiman yang di muliakan alloh swt..amin
Saat ini sedang gencar-gencarnya penistaan Syari’at Islam. Di negri yang berpenduduk mayoritas beragama Islam ini, justru tidak sedikit mereka yang mengorbankan diri untuk perjuangan penegakkan Syari’at Islam dipenjarakan. Apalagi mereka yang mengaplikasikan syari’at Jihad, maka pembunuhan yang melampui batas-batas hukum (extra judicial killing) pun dilakukan oleh aparat keamanan. Dan biasanya, pihak pengendali pusatnya juga membenarkan dengan membuat berbagai argumen agar dimaklumi banyak orang.
Belakangan hari ini, syari’at Hijrah-pun tidak luput menjadi bulan-bulanan unsur penguasa dan anggota masyarakat di negri ini. Tidak urung, mereka yang bersorban besar dan berderet gelar akademiknya ikut-ikutan seperti kalangan awam yang tidak punya ilmu dan pegangan. Mereka berkata seenak yang didengar penguasa dan disenangi kebanyakan awam yang bodoh tentang agama.
Komentar yang obyektif dan adil akhirnya dikeluarkan oleh para pecinta keadilan dan pendukung kebenaran. Seperti yang dikatakan tokoh pembela para pejuang Syari’at Islam, yakni Ketua Nashr Institute Munarman, SH saat menyikapi tentang 16 WNI Diduga Bergabung IS(IS). Yang pada intinya, beliau dengan keras menyebutkan keterlibatan antek Zionis dan kepentingan Asing didalam kampanye meng-kriminalisasi kaum muslimin yang hendak Hijrah ke Suriah. Beliau juga dengan tegas dan lugas bahwa apa yang dilakukan ke-16 WNI tersebut sebagai sesuatu yang legal secara hukum nasional dan internasional.
Sahabat !!
Sudah mafhum bagi kita, bahwa pemerintahan RI didominasi oleh orang-orang yang bodoh tentang Syari'at, atau setidaknya wujud didalam struktur penguasa adanya orang-orang pandai tentang agama tapi hanya mau cari hidup dan kenikmatannya dari penguasa.
Terlebih lagi, mereka yang mencari pemenuhan kebutuhan perut dan sejengkal dibawahnya melalui kerja-kerja media. Kerja jurnalistik yang sesungguhnya adalah mulia yakni dengan menyajikan fakta apa adanya dan menyingkap kebenaran ataupun kebathilan dibalik fakta tersebut, akhirnya berubah (bukan bergeser!) menjadi profesi cari uang semata-mata.
Nurani insan media memang sering berkecamuk di perbatasan kepentingan. Kepentingan antara segera bertindak menolong korban dengan terlebih dahulu menyingkirkan kamera atau terus memegang kamera dengan membiarkan korban menghadapi sakaratul maut karena takut kehilangan momentum jurnalistik yang 'mahal' itu.
Itupun masih baik jika setelah sang korban mati kemudian ia merasa tersiksa bathinnya. Tapi yang lebih mengerikan lagi adalah ketika justru ia menikmati momen mengerikan itu dengan sigap dan trampil menuliskan artikel berita seraya bergembira karena merasa telah menjadi jurnalis profesional tanpa nurani yang tersiksa!
Sahabat seiman yang sama2 mengharapkan ridho alloh azza wazalla..
Oleh jarena itu, menyikapi kriminalisasi syari'at Hijrah sebaiknya kita kebali kepada ketentuan dan pengertian menurut ajaran Islam itu sendiri. Dan kita tutup telinga dari berbagai berita media pendengki dan antek-antek kepentingan. Serta tanpa malu kita kenakan 'kacamata kuda' dengan menggali sumber-sumber Syari'at.
Secara bahasa, kata al-hijrah merupakan isim dari fi‘il hajara; maknanya dhidd al-washl (lawan dari tetap atau sama). Jika dinyatakan, “al-muhâjirah min ardh ilâ ardh (berhijrah dari satu negeri ke negeri lain),” maknanya adalah “tark al-ulâ li ats-tsâniyyah (meninggalkan negeri pertama menuju ke negeri yang kedua).” (Imam al-Razi, Mukhtâr ash-Shihâh, hlm. 690; Imam Qurthubi, Tafsîr al-Qurthubi, III/48).
Sedangkan Menurut pengertian secara umum, al-hijrah bermakna berpindah (al-intiqâl) dari satu tempat/keadaan ke tempat/keadaan lain; tujuannya adalah meninggalkan yang pertama menuju yang kedua. Adapun makna hijrah secara khusus adalah meninggalkan negeri kufur (dâr al-kufr), lalu berpindah menuju negeri Islam (Dâr al-Islâm) (Al-Urjani, AtTa‘rifât,1/83). Inilah definisi syar‘i dari kata al-hijrah.
Menurut al-Jurjani, ulama Hanabilah, dan Hanafiyah, hijrah syar‘i adalah meninggalkan negeri yang berada di tengah kaum kafir dan berpindah ke Dâr al-Islâm. Artinya secara syar‘i hijrah adalah keluar dari dâr al-kufr menuju Dâr al-Islâm.
Al-‘Alqami yang dikutip dalam ‘Awn al-Ma’bûd menjelaskan hadis ini, “Hijrah tersebut ada dua: zhâhirah dan bâthinah. Hijrah bâthinah adalah meninggalkan apa saja yang diserukan oleh hawa nafsu yang memerintahkan pada keburukan dan seruan setan. Hijrah zhâhirah adalah lari menyelamatkan agama dari fitnah (al-firâr bi ad-dîn min al-fitan).”
Ibn Rajab al-Hanbali dalam Fath al-Bârî menjelaskan, asal dari hijrah adalah meninggalkan dan menjauhi keburukan untuk mencari, mencintai dan mendapatkan kebaikan. Hijrah secara mutlak dalam as-Sunnah ditransformasikan ke makna: meninggalkan negeri syirik (kufur) menuju Dâr al-Islâm karena ingin mempelajari dan mengamalkan Islam.
Jika demikian maka asal hijrah adalah meninggalkan apa saja yang dilarang oleh Allah berupa kemaksiatan, termasuk di dalamnya meninggalkan negeri syirik untuk tinggal di Dâr al-Islâm. Semata-mata berpindah dari negeri syirik ke Dâr al-Islâm namun tetap saja bermaksiat, maka itu bukanlah hijrah yang sempurna. Hijrah yang sempurna (hakiki) adalah meninggalkan apa saja yang dilarang oleh Allah Swt., termasuk meninggalkan negeri syirik (kufur) menuju Dâr al-Islâm.
Saat ini, supaya hijrah syar‘i bisa dilaksanakan maka Dâr al-Islâm yakni Daulah Islamiyah (Khilafah Islamiyah) harus diperjuangkan agar tegak kembali. (diambil dari www. hizbut-tahrir.or.id)
Jika saja kita mau berbaik sangka terhadap kaum muslimin WNI yang malah ditangkap di Turki dan juga mereka yang ditangkapi secara semena-mena tanpa dasar hukum yang jelas karena dianggap sebagai promotor maupun fasilitator keberangkatan mereka, maka kita hanya melihat bahwa mereka ingin mengimplementasikan ilmu yang mereka dapat dari Syari'at Islam. Dimana salahnya?
Sahabat .!!
Jika saja, Indonesia yang didirikan dan diperjuangkan oleh mayoritas kaum muslimin tidak dikhianati kaum nasinalis sekuler dengan mencoret tujuh kata dalam Piagam Jakarta, mungkin sekarang kita hanya akan disibukkan membangun negri ini dengan berdasar Syari'at dari Tuhan (baca: Alloh Subhanahu wa Ta'ala) melalui contoh Nabi akhir zaman (baca: Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wa sallam).
Kita akan bersedia hidup atau mati , membanting tulang, bahkan rela mengucurkan darah serta melepas nyawa demi jayanya Nusantara Islami yang siap menebar rahmat ke seluruh semesta Alam. Sehingga hijrah yang kita aktualkan hanyalah bentuk perluasan negri indah yang penuh barokah dengan bekal kekayaan alam dan sumber daya manusia yang melimpah. Subhanalloh!
Namun kenyataannya, rezim demi rezim penguasa negri ini justru terus memperkeruh problematika negri dengan terus memusuhi Syari'at dan para pejuangnya. Fakta-fakta kekejaman itu terbentang sejak penumpasan DI/TII (1949 -1962), pembantaian Tanjung Priok, Lampung, Haur Koneng, Operasi DOM di Aceh hingga penangkapan dan pembunuhan terhadap para aktivis Jihadi belakangan ini.
Sahabat..!!
1 tahun silam, tepatnya bulan Ramadhan 1435 kemarin, Tanzhim Islamic State of Iraq wa Syam (atau biasa disebut ISIS) mendeklarasikan tegaknya Daulah Khilafah Islamiyyah melalui juru bicaranya Syekh Abu Muhammad Al Adnany hafizhohulloh.
Ketahuilah saudaraku, deklarasi yang diumumkan itu tentunya bukan tanpa resiko apalagi akan menarik simpati dari negri-negri Kafir di Barat maupun Timur. Bahkan perselisihan hebat juga sudah terjadi dikalangan internal faksi-faksi Mujahidin di negri yang sedang bergejolak tersebut.
Deklarasi itu justru seolah menghabisi legalitas penguasa negri-negri yang dihuni mayoritas muslim. Misalnya mereka yang tergabung dalam OKI (Islamic Conferrence Organization) atau negri-negri Arab maupun negri-negri yang dihuni mayoritas muslim lainnya.
Maka tidak urung, lebih dari 40 hingga 60 negar berkoalisi untuk menghancurkan kekuatan yang mendeklarasikan Daulah Khilafah Islamiyyah itu. Sudahkah kita mencoba menghitung secara adil dan obyektif korban yang berjatuhan akibat bombardemen dari udara dan serangan militer darat pasukan koalisi Salibis, Murtaddin dan Syiah tersebut?
Namun, coba kita juga secara jujur mencari tahu, kenapa pada situasi dan kondisi yang tidak mengenakkan di negri-negri yang dikuasai Daulah Islamiyyah (IS) justru ada WNI yang rela meninggalkan negri Zamrud Khaththul Istiwa' (Khatulistiwa) ini ke ngeri yang sedang berperang itu?
Adakah keindahan yang lebih dari kemolekan Nusantara ini terlihat oleh mata bathin mereka (calon Muhajirin yang WNI)? sehingga mereka berkeras berangkat walau resiko kriminalisasi hingga tuduhan makar menghantui perjalanan mereka. Pastinya!
Buat mereka yang beriman dengan benar, nampaknya keindahan hijrah dengan berbalut resiko dan kesulitan adalah sama dengan menapaktilasi perjalanan hijrah Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wa sallam dahulu.
Ancaman tersesat jalan, kehabisan bekal bahkan sergapan hewan liar, serangan para begal, keletihan dan lain sebagainya, seolah hanyalah dinamika biasa demi mendapatkan apa yang telah dijanjikan Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Tapi hal seperti ini memang jauh dari jangkauan akal dari mereka yang tenggelam dalam syahwat dan fitnah akhir zaman
Minggu, 08 Maret 2015
fenomena istri istri zaman sekarang
Saat ini banyak lelaki yang mengatakan betapa susahnya mencari pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria syariat. Apalagi di kota-kota besar di mana pergaulan anak-anak perempuan begitu bebas. Belum lagi pengaruh budaya impor dari Barat yang masuk melalui telivisi yang kemudian ditiru menjadi gaya hidup. Zaman sekarang, untuk mencari pasangan memang harus hati-hati.
Laki-laki bila ditanya kriteria apa yang diinginkan untuk calon istrinya, yang pertama dijawab pasti wanita yang keibuan. Artinya wanita itu punya sifat lembut, penuh kasih sayang, cinta kepada anak kecil dan punya sifat perhatian.
Nah, kenyataannya pada masa sekarang, telah jarang wanita punya sifat keibuan. Yang jadi fenomena saat ini adalah para wanita muda senang hura-hura, mengidolakan artis-artis sinetron yang jelas-jelas punya prilaku bebas, matre/ materialistis (cinta harta), malas dan boros. Dan yang lebih parah lagi yaitu mereka tidak mengerti agama.
Kepada ALLAH ia jauh, sedang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka tidak kenal. Dengan orang tua tak ada hormatnya, bahkan senang menghujat orang tua temannya (yang maksudnya mungkin baginya hanya saling canda, tetapi karena panduannya sinetron maka candanya itu mengumpat orang tua temannya). Padahal itu termasuk dosa besar. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مِنْ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَهَلْ يَشْتِمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ نَعَمْ يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ
Dari Abdullah bin Amru bin al-Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di antara dosa besar adalah seorang laki-laki mencela kedua orang tuanya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, ‘Apakah (mungkin) seorang laki-laki mencela orang tuanya? ‘ Beliau menjawab: “Ya. Dia mencela bapak seseorang lalu orang tersebut (membalas) mencela bapaknya, lalu dia mencela ibunya, lalu orang tersebut (membalas) mencela ibunya.” (Hadits muttafaq ‘alaih, disepakati shahihnya oleh Al-Bukhari dan Muslim).
Dan satu lagi fenomena rusaknya wanita muda sekarang, yaitu sangat percaya diri yang sangat kuat dan dihinggapi pula apa yang disebut narsis sehingga mengakibatkan hilangnya rasa tawadhu’, apalagi rasa takut kepada ALLAH, itu hal yang tak mereka fikirkan.
Dikhabarkan, semakin mendekati qiyamat, jumlah wanita lebih banyak dari laki-laki. Dalam kenyataan, meskipun wanita itu banyak, tetapi laki-laki tetap susah untuk memilih wanita sebagai pendamping hidupnya. Lain hal dengan laki-laki yang asal pilih. Asal senang sama senang sudah jadi. Yang begini tentu saja akan mudah didapat.
Ketika si wanita telah menjadi istri, ia tidak paham bagaimana mendekatkan diri kepada ALLAH SWT. Ia tidak tahu kewajiban untuk beribadah kepada Robb nya, karena selama menjadi remaja, ia hanya hura-hura. Ia pun tidak paham bagaimana bakti kepada suami. Karena selama ramaja panduan pendidikannya adalah artis-artis sinetron, yang diantaranya mengajarkan seorang istri melawan suami, seorang istri tidak tunduk kepada suami, dan digambarkan bagaimana cara menentang suami agar suami takut dengan istri.
Fenomena rusaknya wanita masa kini yang jauh dari kriteria wanita yang keibuan telah merasuki hampir seluruh wanita-wanita muda yang akan menjadi ibu rumah tangga. Padahal untuk memasuki dunia rumah tangga ada kewajiban yang besar yang mau tidak mau harus diikuti yaitu bakti kepada suami.
Hidup adalah untuk ibadah kepada sang pencipta, ALLAH SWT. Salah satu ibadah seorang istri yakni mematuhi aturan Allah dan Rasul-Nya adalah berbakti kepada suami.
Janganlah diikuti fenomena yang sekarang sedang melanda para wanita.
Ikuti apa yang telah diajarkan agama. Karena biar bagaimanpun wanita dituntut untuk punya sifat keibuan dalam perannya sebagai istri. Wanita dituntut untuk taat kepada ALLAH SWT dan bakti kepada suaminya.
Bila perannya sebagai istri tetapi prilakunya masih mengikuti fenomena yang melanda para wanita muda masa kini, prilakunya mengikuti sinetron-sinetron maka tak akan ada kata tenteram dalam rumah tangganya dan tunggulah saat kehancuran diri dan keluarganya, serta tak akan ada jaminan selamatnya seorang ibu rumah tangga kelak di akhirat. Maka satu-satunya jalan menuju ketenteraman jiwa dan ketenteraman keluarga adalah bakti kepada suami setelah bakti kepada Allah Ta’ala. Ikuti peraturan agama. Selalu belajar sabar untuk menjalani peran sebagai istri dengan sederet kewajiban yang harus ditaati.
Perlu disadari Ridho ALLAH berkaitan pula dengan hubungan isteri terhadap suami. Sebaliknya, kemarahan suami dapat mengakibatkan datangnya laknat bagi isteri. Contohnya adalah apa yang disabdakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا بَاتَتْ الْمَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
Dari Abu Hurairah ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabdda: “Apabila seorang wanita bermalam sementara ia tidak memenuhi ajakan suaminya di tempat tidur, maka Malaikat melaknatnya hingga pagi.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Ini menunjukkan haramnya isteri menolak ajakan suami di tempat tidur tanpa halangan syar’i dan tidak karena haidh (ketika haidh pun suami masih punya hak untuk bersenang-senang dengan isteri di luar kain). Hadits ini artinya, laknat akan terus menerus atas isteri sehingga ia tidak lagi maksiat (dengan penolakannya itu) karena telah terbitnya fajar atau dengan bertaubatnya atau kembali ke tempat tidur suaminya.
Sebaliknya, suami juga tidak boleh dhalim kepada isteri. Sehingga lelaki yang terpuji adalah yang paling baik akhlaqnya terhadap keluarganya yakni terutama kepada isteri.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَإِذَا مَاتَ صَاحِبُكُمْ فَدَعُوهُ
Dari ‘Aisyah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang baik kepada keluarganya, apabila sahabat kalian meninggal, maka biarkanlah (jangan mengungkit-ungkit kejelekannya).” (HR Ad-Darimi).
Ketika isteri berbakti kepada suami, sedang suami adalah orang yang baik kepada isterinya, maka di situlah terjalin rumah tangga yang harmonis dalam ridho Allah, insya Allah. Dan itulah yang disebut keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, keluarga yang tenteram, diliputi cinta dan kasih sayang. Itu semua hanya dapat diperoleh dengan jalan mengikuti petunjuk Allah Ta’ala yang telah dibawa oleh Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa salam. Oleh karena itu dalam hadits, wanita yang direkomendasikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk diperisteri adalah yang baik agamanya. Bila tidak, maka celaka.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَز أخرجه البخاري، ومسلم ، وأبو داود، والنسائي.
Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata: “Wanita dinikahi karena empat perkara, yaitu: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamannya. Carilah yang memiliki agama yang baik, maka engkau akan beruntung.” (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan An-Nasaai).
Sebagaimana agama (Islam) itu hanya untuk kemaslahatan di dunia dan akherat, maka ketika orang memiliki ilmu agama dan mengamalkannya dengan baik, di situlah maslahat yang besar bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akherat. Demikian pula dalam berumah tangga. Maka rumah tangga yang diharapkan berisi isteri yang berbakti kepada suami dan suami yang baik terhadap isteri dan keluarganya tidak lain hanya ada pada orang-orang yang mengerti agama dan mentaatinya.
Oleh karena itu bagi wanita yang sudah berkeluarga, handaknya tidak henti-hentinya menimba ilmu agama dan mengamalkannya agar mampu berbakti kepada Allah dan juga kepada suami serta bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi amanahnya. Sedangkan wanita yang belum atau tidak bersuami pun demikian pula, karena mempelajari ilmu agama dan mengamalkannya itu bukan hanya untuk ketika adanya suami. Berbakti kepada Allah itu wajib, kewajiban nomor satu, dan itu wajib pula dilandasi dengan ilmu. Maka bagaimanapun, mempelajari ilmu agama dan mengamalkannya itu tetap dituntut dalam hidup ini.
Dan berbahagialah para wanita yang mampu menjalankan ini. Sehingga mampu berbakti kepada Allah, masih pula berbakti kepada suami.
Seberapa kadar berbakti kepada suami itupun perlu dipelajari dari petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menegaskan:
لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنَ الْحَقِّ ».
“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada seseorang, niscaya aku perintahkan para wanita agar bersujud kepada suami-suami mereka, karena hak yang telah Allah berikan atas mereka.” (HR Abu Daud, dishahikan Al-Albani dalam Shahih Abi Daud nomor 1873).
Itulah petunjuk dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila isteri mematuhi agamanya (Islam) dan taat kepada suaminya (mengenai hal-hal yang tidak dilarang Allah dan Rasul-Nya) maka diberi khabar gembira sebagai berikut:
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ (ابن حبان عن أبى هريرة . أحمد عن عبد الرحمن بن عوف . البزار عن أنس)
Dari Abdurrahman bin Auf berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang istri melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan ta’at kepada suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya; ‘Masuklah kamu ke dalam syurga dari pintu mana saja yang kamu inginkan’.” (HR Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Bazzar, menurut Al-Albani hasan lighairih).
Khabar gembira dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu hendaknya diperhatikan dan ditaati oleh setiap wanita Muslimah, agar berbahagia di dalam berumah tangga atau hidup di dunia ini, dan juga bahagia di akherat kelak.
Rabu, 04 Maret 2015
berkeluarga sakinah ....oh indahnya
Dalam kehidupan sehari-hari, di dalam keluarga atau di dalam pergaulan bermasyarakat, sering kita lupa memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan kepada kita semua, nikmat yang tak terhitung banyaknya.
Dari mulai seluruh anggota tubuh kita yang berfungsi dengan baik sampai dengan seluruh rejeki yang telah kita terima, dan rejeki itupun bukan hanya harta yang berupa uang, tapi juga keluarga. Suami bagi istri, istri bagi suami dan anak dalam sebuah keluarga adalah rejeki yang patut di syukuri. Bahkan istri yang sholeha adalah perhiasan yang paling indah di dunia ini, yang wajib disyukuri!
Istri yang baik bukan saja rakhmat di dunia ini, tapi juga di akherat. Dan Umar bin Khattab pernah berkata : “ Setelah Iman tidak ada rakhmat yang bisa menyamai istri yang baik “ Di dalam keluarga yang sakinah, di saat duduk berdua dan suami bersikap baik terhadap istrinya juga sebaliknya adalah suatu perbuatan yang memberikan rasa santai kepada pikiran setelah asyik mengerjakan tugas-tugas duniawi maupun ukhrowi. Dan setelah santai seperti itu seseorang bisa kembali beribadah dengan semangat baru.
Kedudukan istri dalam agama sangat penting, Nabi bahkan pernah bersabda, ketika Umar bin Khattab bertanya,
“Apakah yang paling penting untuk di cari dalam dunia ini?”
Berliau menjawab : “ Lidah yang selalu berdzikir kepada Allah, hati yang penuh rasa syukur dan istri yang amanat”
Bayangkan yang paling penting di cari di dunia ini menurut Nabi ada tiga: Pertama Allah, kedua hati dan ketiga istri! Maka berbahagialah jika seorang istri sudah mempunyai sipat yang amanat, lembut dan sholeha, apa lagi diimbangi dengan kecantikan lahir batin, wah asyik tuh! Pokoknya suami betah deh di rumah!
Suami yang bersikap sabar terhadap seribu satu macam masalah kewanitaan atau istri adalah bagian yang amat penting bagi agama. Nabi bersabda : “ Memberi nafkah kepada istri lebih penting daripada memberi sedekah “ Ini bukan berarti sedekah ditinggalkan. Suami mencari nafkah dan itu wajib artinya bila dikerjakan mendapat pahala dan bila ditinggalkan berarti berdosa!
Sedangkan istri di rumah mengatur rumah tangga dengan sebaik-baiknya adalah wajib. Ada bahaya yang sangat besar jika seorang suami memperlakukan istrinya dengan kasar, sehingga manimbulkan dosa bagi dirinya. mengapa? Karena hak-hak wanita atas laki-laki persis sama dengan hak-hak laki-laki atas wanita.
Lalu sipat apakah yang mesti dicari pada diri seorang istri? Imam Al Ghazali mengatakan :
Pertama, Kesucian akhlaknya. Jika seseorang mempunyai istri yang berakhlak tidak baik dan tetap diam, ia mendapat nama yang buruk dan terganggulah kehidupan keagamaannya. Jika ia angkat bicara, hidupnya menjadi rusak. Dan bila ia ceraikan istrinya, ia akan menderita kepedihan. Seorang istri yang cantik tapi berakhlak buruk adalah bencana yang besar bagi suatu keluarga. Dan nabi Mengingatkan : “ Orang yang mencari istri demi kecantikannya atau kekayaannya akan kehilangan keduanya “
Kedua, tabiat yang baik. Istri yang bertabiat buruk- tidak berterima kasih, suka menggunjing atau angkuh, membuat beban hidup semakin berat dan merupakan halangan besar untuk menjalani kehidupan yang penuh taqwa.
Ketiga, kecantikan. Karena hal ini akan meimbulkan cinta dan kasih sayang. Kecantikan bukan hanya lahiriahnya saja, lebih utama adalah kecantikan batiniah, sehingga terpancar di wajahnya kelembutan, keikhlasan, kesabaran yang penuh penuh ridho dan diridhoiNya. Istri yang batiniah cantik akan diberikan tambahan petunjuk olehNya, sehingga apapun yang terjadi, ia akan tetap tabah dan tetap bersandar pada panji-panji Illahi robbi. tidak mudah gamang, tidak mudah putus asa terhadap rakhmat Allah. Dan hatinya selalu bersyukur atas segala karunia Allah betapun kecilnya.
Dan apakah yang dicari dalam diri Suami ?
Pertama; Suami bersikap baik pada istrinya dan sabar atas tingkah laku istri yang mungkin dirasakan kurang enak di hati. Hal ini di sabdakan oleh Nabi saw : “ Seseorang yang mampu menanggung ketidakenakan yang ditimbulkan oleh istrinya dengan penuh kesabaran akan memperoleh pahala sebesar yang diterima oleh Nabi Ayub as atas kesabarannya menanggung bala(ujian) yang menimpanya “.
Kedua; Suami ikhlas terhadap kreasi dan kesenangan istri dan tidak menghalanginya, selama tidak melanggar prinsif-prinsif Agama. Dan orang bijak pernah berkata : “ Seorang suami mesti pulang dengan tersenyum dan makan apa saja yang tersedia dan tidak meminta yang tidak tersedia “ Mengapa ? Istri sudah susah payah mencari bahan-bahan makanan dan mengolahnya, apa lagi di Moskow , berburu sampai ke pasar Vietnam, dingin-dingin lagi!
Ketiga; Seorang suami memberikan nafkah secukupnya dan tidak bersikap kikir kepada istrinya. Nabi bersabda : “ Seorang laki-laki yang memberikan satu dinar untuk berjihad, satu dinar untuk menebus budak, dan satu dinar untuk sedekah lalu memberikan satu dinar lagi untuk istrinya, maka pahala pemberian yang terakhir ini melebihi jumlah pahala ketiga pemberian lainnya “. Subhanallah.
Keempat; Suami tidak boleh memakan sesuatu yang lezat sendirian. Jika tidak ada tamu, pasangan suami istri untuk makan bersama, karena Nabi saw bersabda : “ Jika mereka melakukan hal itu, Allah akan menurunkan rakhmatNya atas mereka dan malaikat pun berdoa untuk mereka”.
Kamis, 19 Februari 2015
lihat sejarah valentine day...tak pantas di rayakan
Sejarah paling popular tentang valentine day adalah kisah Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Bahan ada akar sejarah lebih kuat, bahwa perayaan valentine day memiliki hubungan erat dengan tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.
Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.
Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.
Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa. Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.
Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.
Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuan itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.
Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.
Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih taba.dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.
. . . Valentine day adalah bagian dari budaya yang bernuansa kekufuran dan kemusyrikan. . .
Beberapa versi beragam tentang sejarah asal muasal valentine day di atas bisa ditemukan dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?”, karya Rizki Ridyasmara.
Menilik pada catatan sejarah valentine day tidak ada yang pasti. Namun satu point penting yang bisa diambil, bahwa perayaan valentine day memiliki hubungan erat dengan keyakinan yang ada pada agama kafir dan musyrik. Valentine day adalah bagian dari budaya yang bernuansa kekufuran dan kemusyrikan. Sehingga tak pantas seorang muslim, baik laki-laki maupun perempuan, ikut merayakannya dan bersenang-senang dengannya. Dan siapa yang nekad merayakannya, ia bisa terjerumus ke dalam kekufuran sebagaimana keterangan hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, “Siapa yang menyerupai suatu kaum, ia bagian dari mereka.” Wallahu A’lam
Klo sdah begini apa mau khususnya kaum muda muslimin muslimat utk merayakn valentine day..??semoga kita semua senantiasa ada dalam lindungan NYA..
Senin, 16 Februari 2015
LBGT mengancam kehidupan normal.
Golongan minoritas seperti lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) mungkin tidak terlalu populer satu dasa warsa yang lalu. Namun kini, geliat golongan lesbi, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) mewabah hampir di seluruh kota besar di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengaku kaget banyaknya warga homoseksual di wilayahnya. Menurut catatan Komisi Pemerhati Anak dan Remaja (KPAR) Tasikmalaya, jumlah warga terindikasi suka sesama jenis di Kota Santri pada 2014 adalah 1.578. Jumlah ini naik 300 orang dari tahun 2013, dan golongan ini tersebar di 69 kelurahan wilayah Kota Tasikmalaya.
Tindakan penyimpangan seksual ini terus terjadi secara terang-terangan. Pelakunya tak segan membentuk komunitas untuk memproklamirkan dirinya dan ingin diakui sebagai anggota masyarakat yang normal. Mereka membentuk lembaga -lembaga, membuat buku-buku agar keberadaan mereka diakui oleh masyarakat luas. Hasilnya, dalam jangka waktu 3 tahun sampai tahun 2013 saja, komunitas LGBT ini naik 300%, apalagi tahun 2014 lalu dan tahun 2015 ini. Golongan yang awalnya sayup ini pun mulai berani bersuara. Sekarang pintu komunikasi sudah terbuka lebar.
"LGBT harus lakukan kerja politik," kata Staf khusus Sekretaris Kabinet Pemerintahan Joko Widodo, JaleswarariPramodhawardani, di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2015).
Dani, demikian Jaleswarari disapa, berjanji 'mendekatkan' kaum LGBT kepada Mensesneg atau seskab. Dia hendak mencabut semua sumbatan komunikasi politik yang selama ini meminggirkan kaum LGBT. Astagfirullah.
Bahaya Ledakan LGBT
Golongan LGBT ini menggeliat dan kian mendapat tempat baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Tercatat sudah 14 negara di dunia yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Pernikahan sesama jenis pertama kali dilegalkan di Belanda, pada 2001. Menyusul Kanada, Afrika Selatan, Belgia, dan Spanyol. Kemudian Argentina, Denmark, Islandia, Norwegia, Portugal, dan Swedia serta terakhir Perancis. Di Amerika Serikat, perdebatan soal perkawinan sejenis belum sampai ke level Mahkamah Agung dan masih terus dikembangakan. Namun ada sekitar 12 negara bagian dan District of Columbia (DC) di Amerika telah melegalisasi pernikahan sesama jenis.
Negara-negara yangmenganggap LGBT sebagai kriminal tercatat baru 3 negara yaitu Russia, Ugandan, dan Macedonia. Sisanya, sebanyak 78 negara lebih termasuk negara negara berpenduduk Islam seperti, negara-negara Timur Tengah, Indonesia, Brunai dan Malaysia tidak mempunyai undang-undang anti LGBT sehinggga negara-negara tersebut bisa dianggap negara yang membolehkan LGBT, walaupun tidak melegalkan pernikahan sesama jenis.
Seiring dengan maraknya aktifitas kaum LGBT di negara-negara berpenduduk muslim seperti Arab Saudi, Lebanon, Syria, Malaysia bahkan Indonesia, mereka semakin memberanikan diri untuk menunjukan identitas. Masyarakat yang mayoritas penduduknya muslim pun digiring kepada opini yang menganngap bahwa perilaku tersebut adalah wajar dan harus dilindungi dari tekanan-tekanan pihak-pihak yang menolaknya. Masyarakat terus diarahkan kepada opini kebebasan atau liberalisme serta hak asasi. Menurut mereka kaum LGBT tersebut adalah seperti manusia yang juga mempunyai hak untuk mendapat kehidupan di tengah masyarakat secara layak.
Sebenarnya, bahaya apakah yang dihadapi masyarakat yang membiarkan maraknya golongan LGBT ini? Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan. Dengan definisi di atas, dapat kita pahami bahwa sebuah masyarakat dimana komunitas LGBT itu hidup tidak dapat menghasilkan satu komunitas yang teratur dengan pemikiran dan perasaan yang sama. Hal ini dapat kita lihat dari poin-poin di bawah ini:
Kaum LGBT tidak akan mungkin menghasilkan keturunan yang baik, yang hidup yang hidup di dalam lingkungan yang baik. Alaminya setiap manusia menginginkan keturunan yang dapat meneruskan estafet kehidupan.Firman Allah: Harta dan anak anak adalah perhiasan dunia.(al Kahfi 46).Tidaklah mungkin seorang dengan orientasi seks seperti kaum LGBT menghasilkan anak yang akan menjadi perhiasan di dunia. Walaupun, mereka bisa mengatasi masalah ini dengan mengadopsi anak yang diambil dari panti asuhan, atau anak terlantar. Namun, tetap saja anak yang diambil bukanlah anak yang lahir dari hasil perkawinan yang sah antara pasangan yang sah. Bisa saja anak-anak tersebut lahir dari kehamilan yang tidak dikehendaki atau akibat perilaku penyimpangan seksual lain seperti, perselingkuhan, pemerkosaan dan lainnya. Bisa saja, pasangan lesbian atau transgender melakukan praktek bayi tabung melalui bank sperma seperti yang menggejala di negara-negara Barat. Namun, anak anak tersebut tidak bisa merasakan damainya hidup di tengah keluarga yang terdiri dari ayah dan ibu. Mereka akan dibesarkan dengan ayah dan ibu yang keduanya adalah wanita, atau keduanya adalah laki-laki, atau ibu yang berubah jadi laki-laki atau ayah yang berubah jadi wanita. Allah berfirman: Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah. (Ad Dzariyat:49). Pasangan LGBT atau anak-anak yang berada di bawah asuhan golongan LGBT dapat dipastikan sulit untuk mengingat kebesaran Allah.
Masyarakat yang melegalkan LGBT ini secara otomatis akan merasakan akibatnya dalam jangka panjang. Maraknya komunitas LGBT dalam sebuah masyarakat akan menurunkan populasi manusia. Hubungan atau interaksi kaum LGBT di dalam masyarakat bukan lagi dtujukan untuk melestarikan jenis manusia. Namun, hubungan yang dihasilkan semata-mata hanyalah untuk memenuhi kebutuhan jasmani semata. Kaum LGBT yang selalu berlindung dibalik hak asasi manusia memang dapat melakukan kepuasan seksual melalui sesama jenis, benda-benda, bahkan binatang, namun mereka tidak dapat menjalani fungsinya dan berkontribusi secara alami dalam menghasilkan keturunan untuk melestarikan jenis manusia. Seperti firman Allah: Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. [An-Nisa ayat 1].
Maraknya komunitas LGBT ini memicu banyak penyakit baik fisik maupun psikis di tengah masyarakat. Aktifitas seksual yang tidak wajar menimbulkan penyakit kelamin yang sulit disembuhkan. Penyakit AIDS yang salah satunya dipicu dari perilaku seksual ini setiap tahun mengalami peningkatan. HIV/ AIDS saat ini sudah pandemik, dengan jumlah penderita yang sangat besar di laporkan di Amerika, Eropa, Afrika dan Asia Tenggara. Kontribusi terbesar dari penyakit ini adalah kaum LGBT. Walaupun PBB melalui WHO berusaha mengatasi wabah penyakit ini, namun bila tidak dibarengi dengan diperbaikinya perilaku dan penyimpangan seksual, maka hal tersebut menjadi sia-sia. Penyakit psikis seperti cinta yang berlebihan, sayang yang berlebihan juga memicu kriminalitas, seperti yang baru baru ini dialami oleh Mayang Prasetyo seorang transgender Indonesia yang dibunuh oleh teman laki-lakinya di sebuah apartemen di Australia.
Islam Mengatur LGBT
Islam mengatur hubungan pria dan wanita agar semua tujuan penciptaan manusia dapat terpenuhi. Dr Muhammad M. Abu Laila, profesor Studi Islam dan Perbandingan Agama di Universitas Al-Azhar, mengatakan bahwa “Tindakan (pernikahan sejenis) adalah dosa buruk yang Allah telah larang dalam semua agama (agama samawi), bahkan dalam kehidupan paling primitive sekalipun. Ini bertentangan dengan peraturan Allah dan melawan hukumalam. Saya heran bagaimana di masa kini, masa dimana teknologi semakin maju
Apakah kita membiarkan hal-hal seperti itu terjadi di masyarakat manusia...?? Bagaimana seseorang mengijinkan atau memberikan aturan hukum atas suatu tindakan luas yang menimbulkan ancaman bagi seluruh umat manusia dan menghancurkan masyarakat seperti kanker”.
Seluruh umat Islam sepakat bahwa homoseksual termasuk dosa besar. Oleh karena perbuatan yang menjijikkan inilah, Allah kemudian memusnahkan kaum nabi Luth A.S dengan cara yang sangat mengerikan. Allah SWT berfirman:
Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, Dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas” (As-Syu’ra : 165-166). Bahkan nabi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:
مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ
“Barangsiapa yang mengetahui ada yang melakukan perbuatan liwath (sodomi) sebagaimana yang dilakukan oleh Kaum Luth, maka bunuhlah kedua pasangan liwath tersebut.”
Oleh karena itulah ancaman hukuman terhadap pelaku homoseksual jauh lebih berat dibandingkan dengan hukuman bagi pelaku pezina. Didalam perzinahan, hukuman dibagi menjadi dua yaitu bagi yang sudah menikah dihukum rajam, sedangkan bagi yang belum menikah di cambuk 100 kali dan diasingkan selama satu tahun. Adapaun dalam praktek homoseksual tidak ada pembagian tersebut. Asalkan sudah dewasa dan berakal (bukan gila) maka hukumannya sama saja (tidak ada perbedaan hukuman bagi yang sudah menikah atau yang belum menikah). Jika seseorang yang sudah baligh melakukan liwath dengan orang baligh lainnya karena sama-sama punya keinginan melakukannya, maka kedua pasangan tersebut harus dibunuh.
Selamatkan Masyarakat Dengan Syariah Islam
Di antara nikmat terbesar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat ini adalah disempurnakannya agama ini sebagaimana dalam firman-Nya:
ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَـٰمَ دِينًۭا ۚ
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS al-Ma‘idah [5]:3).
Dalam Islam, pernikahan seorang pria dan seorang wanita tidak hanya masalah keuangan dan seksual dalam hidup bersama. Namun ini adalah ikatan yang sakral, hadiah dari Allah, untuk menjalani hidup bahagia menyenangkan dan melanjutkan garis keturunan.
Perilaku LGBT dan pernikahan sesama jenis jelas memberikan ancaman serius bagi institusi keluarga, permasalahan sosial, membahayakan tatanan sosial masyarakat manusia. Perilaku ini bak virus yang akan merebak dan berkembang biak dengan pesat saat ketahanan masyarakat akan nilai-nilai agama lemah. Untuk itu, masyarakat harus diselamatkan dari virus mematikan LGBT. Syariat Islam adalah satu-satunya aturan yang dapat melindungi seluruh umat dari bahaya LGBT.
Akidah Islam akan membimbing setiap individu untuk berperilaku sesuai dengan yang tuntunan Allah SWT. Peran masyarakat Islam sebagai kontrol sosial yang menolak semua jenis penyimpangan sosial pun wajib ada. Terakhir, negara yang berdasarkan syariat Islam akan melindungi umat dari bahaya perilaku LGBT ini. Hanya sistim kehidupan Islam yang diatur dengan syariah Islam dalam bentuk negara Khilafah Islamiyah yang akan menjamin seluruh keberlangsungan hidup umat manusia di muka bumi ini dari hinanya perilaku LGBT. Wallahualam bi sahwab
Semoga bbemanfaat bagi kita semua..mohon maaf bila ada yg kurang dari pengertian nya..
Rabu, 14 Januari 2015
10 pesan pernikahan utk laki laki
Wahai para suami dan calon suami! Engkau tidak akan meraih kebahagiaan dalam rumah tangga kecuali dengan melakukan sepuluh sikap ini kepada isterimu.
Pertama sekaligus kedua, karena pentingnya pesan ini, wanita itu suka dimanja dan senang mendengar pernyataan cinta. Oleh karena itu, jangan pelit untuk memanjakannya atau menyatakan cinta kepadanya. Jika engkau pelit, berarti engkau telah membangun tutur kata yang kasar dan cinta yang kering sebagai dinding pemisah antara dirimu dengannya.
Ketiga, wanita itu membenci pria yang keras lagi tegas, sebaliknya memanfaatkan laki-laki yang lemah lagi lembut. Oleh karena itu, gunakan masing-masing dari kedua sifat itu pada tempatnya. Itu akan lebih menumbuhkan cinta dan lebih mendatangkan ketenangan.
Keempat, wanita menyukai pada suaminya apa yang disukai suami pada dirinya, yaitu tutur kata yang sopan, penampilan yang menarik, pakaian yang bersih, dan aroma tubuh yang harum. Jadilah pria yang seperti itu dalam setiap keadaan.
Kelima, rumah adalah kerajaan bagi wanita. Di rumah wanita merasa sedang duduk di singgasananya sebagai ratu. Jangan menghancurkan kerajaannya, jangan mengusirnya dari singgasananya. Jika demikian, berarti engkau telah merebut kerajaannya. Tidak ada raja yang lebih keras memusuhimu daripada yang kau rebut kerajaannya, walaupun secara lahir dia bersikap sebaliknya.
Keenam, wanita ingin meraih hati suami tanpa kehilangan keluarganya. Oleh karena itu, jangan menjadikan dirimu dan keluarganya dalam satu timbangan, yang memaksanya untuk memilihmu atau keluarganya. Andaikata ia lebih memilihmu ketimbang keluarganya, tentulah ia terus dalam duka berkepanjangan yang dampaknya akan terasa dalam kehidupanmu sehari-hari.
Ketujuh, wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang melengkung, inilah rahasia kecantikan dan daya tariknya. Ini bukan aib baginya. Alis itu indah justru karena bentuknya yang melengkung. Oleh karena itu, ketika ia melakukan kesalahan, janganlah menyerangnya tanpa kompromi sama sekali. Kamu berusaha meluruskan yang bengkok, tapi yang terjadi justru mematahkannya. Patahnya seorang wanita berarti perceraiannya. Sebaliknya, jangan kau biarkan saja ketika ia melakukan kesalahan sehingga semakin parahlah bengkoknya. Ia menjadi egois, tidak pernah bersikap manis kepadamu sesudah itu, dan tidak mendengarkan kata-katamu. Bersikaplah kepadanya antara ini dan itu.
Kedelapan, wanita itu diciptakan dengan watak “kufur kepada suami” dan “mudah melupakan jasa”. Meskipun engkau telah berbuat baik kepadanya sepanjang masa, lalu satu kali saja engkau berbuat buruk kepadanya, ia akan berkata, “Aku tidak pernah mendapati kebaikan padamu sama sekali!” Jangan membencinya karena sifat buruk ini. Sekalipun engkau tidak menyukai satu sifat pada dirinya, toh engkau masih menyukai sifat-sifat lainnya.
Kesembilan, wanita itu pasti melewati masa-masa kelemahan fisik dan kelelahan psikis sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala menggugurkan sejumlah kewajiban darinya pada kondisi tersebut. Dalam keadaan tersebut, Allah telah menggugurkan sama sekali kewajiban shalat darinya serta menunda kewajiban puasa sampai kesehatannya pulih kembali serta kondisi fisik dan psikisnya kembali seimbang. Pada saat-saat seperti itu, jadilah seorang lelaki rabbani. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menggugurkan kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan baginya, kurangilah tuntutan-tuntutan dan perintah-perintahmu kepadanya.
Kesepuluh, ketahuilah wanita itu ibarat tawanan bagimu. Kasihilah ia sebagai tawanan dan maafkan kelemahannya niscaya ia menjadi nikmat terbaik sekaligus teman terbaik bagimu.
Semoga bermanfaat .!!
Diterjemahkan oleh Hawin Murtadlo dari nasehat Imam Ahmad bin Hanbal kepada Putranya.

